Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PPU Hilirisasisasi Rumput Laut, Produksi Tembus 9 Ribu Ton
ilustrasi mengolah rumput laut (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Penajam, IDN Times - Sedikitnya 6.000 hektare tambak produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kini dimanfaatkan untuk budi daya rumput laut jenis gracilaria atau sango-sango. Dari luasan tersebut, produksi rumput laut diperkirakan mencapai 9.000 ton per tahun.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, mengatakan dalam beberapa tahun terakhir para petambak mulai beralih membudidayakan rumput laut gracilaria karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Sebagian petambak dalam beberapa tahun terakhir mulai memilih budi daya rumput laut gracilaria,” ujarnya diberitakan Antara saat ditemui di Penajam, Selasa (19/5/2026).

1. Sentra pengembangan rumput laut di PPU

Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharso (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Ia menjelaskan, sebagian besar tambak produktif tersebut berada di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam. Kawasan itu menjadi sentra pengembangan rumput laut gracilaria di wilayah PPU.

Menurut Andi, tingginya produksi rumput laut di PPU berpotensi mendukung program hilirisasi rumput laut yang tengah didorong pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah berharap Kabupaten Penajam Paser Utara dapat menjadi salah satu daerah sasaran pengembangan industri hilirisasi rumput laut.

2. Investor diundang menanamkan modal

Ilustrasi rumput laut di pesisir wotu luwu timur. original

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga membuka peluang bagi investor untuk menanamkan modal, khususnya dalam pembangunan pabrik pengolahan rumput laut.

“Minimal ada pabrik pengolahan rumput laut skala industri bahan baku setengah jadi,” katanya.

Selain mengembangkan gracilaria, pemerintah daerah juga berencana menghidupkan kembali budi daya rumput laut jenis cottonii di wilayah pesisir melalui bantuan bibit unggul kepada petambak.

3. Pabrik pengolahan rumput laut di PPU

Rumput laut (unsplash.com/Patrick Perkins)

Andi menilai potensi pengembangan rumput laut gracilaria maupun cottonii masih sangat besar. Kehadiran pabrik pengolahan diyakini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi petambak.

“Keberadaan industri pengolahan juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Andi.

Editorial Team