Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi benih padi (pexels.com/Mark Stebnicki)
ilustrasi benih padi (pexels.com/Mark Stebnicki)

Penajam, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengembangkan benih padi unggul yang mampu tumbuh di lahan kritis dengan tingkat keasaman tanah (pH) rendah. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi padi di daerah tersebut.

“Kami melakukan demonstrasi plot (demplot) pengembangan benih padi di lahan ekstrem. Tujuannya, agar benih yang dihasilkan lebih tahan terhadap penyakit dan serangan hama,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, dilaporkan Antara di Penajam, Jumat (28/11/2025).

1. Panen padi di PPU bisa ditingkatkan

Ilustrasi panen perdana uji varietas benih padi Siporang organik di area persawahan Kelompok Tani Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Senin (20/3/2023). (Dok. IDN Times)

Menurut Andi, benih padi yang sedang dikembangkan itu berpotensi menghasilkan panen hingga tujuh ton per hektare jika ditanam pada lahan dengan pH tanah ideal, yakni 6 hingga 7. Selain produktivitas tinggi, benih tersebut diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi tanah dan cuaca di wilayah Penajam Paser Utara.

Ia menambahkan, demplot pengembangan benih ini juga dikolaborasikan dengan program Desa Mandiri Benih. Harapannya, desa-desa yang memiliki lahan pertanian dapat memenuhi kebutuhan benih secara mandiri.

2. Uji coba benih unggul di Kecamatan Babulu

Ilustrasi ratusan hektare sawah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu. (IDN Times/Ervan)

Demplot benih padi unggul tersebut dilakukan pada lahan kritis berpH rendah di tiga desa di Kecamatan Babulu, yaitu Desa Sri Raharja, Desa Rawa Mulya, dan Desa Sumber Sari. “Jika hasilnya berhasil, pengembangan akan diperluas ke desa lain,” kata Andi.

3. Luasan lahan produktif di PPU

Kondisi Lahan persawahan di Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu Penajam Paser Utara (IDN Times/Ervan)

Saat ini, luas lahan pertanian padi produktif di PPU mencapai 14.070 hektare, dengan dua kali masa panen setiap tahun. Pada 2024, total produksi padi tercatat sekitar 50.672 ton gabah kering panen (GKP). Sementara itu, panen pada musim tanam pertama 2025 mencapai 24.500 ton GKP.

“Pemerintah kabupaten terus berupaya mengoptimalkan hasil panen agar pendapatan petani semakin meningkat,” ujar Andi.

Editorial Team