Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Kalbar, Ria Norsan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menyoroti rencana program gentengnisasi, yakni penggantian atap rumah berbahan seng yang panas dengan material lain yang dinilai lebih sejuk serta memiliki nilai estetika lebih baik.

Rencana tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat karena dinilai berkaitan langsung dengan kenyamanan hunian. Presiden Prabowo menyebut, penggantian atap seng dapat berkontribusi memperindah wajah permukiman di Indonesia.

1. Norsan sebut Kalbar punya bahan baku dari bauksit

Ilustrasi atap genteng rumah dan langit yang biru (unsplash.com/taiga miyamoto)

Di Kalimantan Barat, Gubernur Kalbar Ria Norsan turut merespons rencana penerapan program tersebut. Ia menyatakan siap mendukung kebijakan Presiden Prabowo jika program gentengnisasi diterapkan di wilayah Kalbar.

Menurut Norsan, Kalimantan Barat memiliki potensi bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan, salah satunya limbah hasil produksi bauksit.

“Kita sudah punya bahan baku, yaitu sisa dari produksi bauksit. Tanah bekasnya itu bisa diolah menjadi genteng. Tentu ini perlu proses, tapi kami siap mendukung program Bapak Presiden,” ujar Norsan, Selasa (10/2/2026).

2. Sisa tanah pengambilan bauksit

Ilustrasi tumpukan atap genteng (unsplash.com/ Jametlene Reskp)

Ia menjelaskan, sisa tanah dari proses pengambilan bauksit selama ini hanya ditinggalkan. Padahal, material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan genteng yang lebih sejuk dibandingkan atap seng.

“Bauksit itu yang diambil bijihnya, sementara sisa tanahnya bisa dimanfaatkan. Itu bisa menjadi bahan dasar pembuatan genteng,” jelasnya.

3. Pemanfaatan tanah kaolin atau tanah liat di Kalbar

Ilustrasi atap genteng dan atap seng (unsplash.com/boris misevic)

Selain limbah bauksit, Norsan menambahkan Kalimantan Barat juga memiliki tanah kaolin atau tanah liat yang berpotensi digunakan sebagai bahan baku genteng bernilai estetika.

“Kita juga punya tanah kaolin yang bisa dijadikan bahan genteng. Kalau program ini diterapkan di Kalbar, bahan bakunya sudah siap dan tidak ada kendala,” tegasnya.

Editorial Team