Di tengah dunia yang bergerak cepat dan penuh tuntutan, tidak sedikit orang menjalani hidup dalam “mode bertahan”. Bangun pagi karena kewajiban, bekerja karena kebutuhan, dan menutup hari tanpa benar-benar merasa hidup. Kelelahan yang muncul pun bukan hanya fisik, tetapi juga emosional—seolah hari-hari hanya rangkaian rutinitas tanpa makna.
Di Jepang, terdapat sebuah filosofi hidup yang sederhana namun mendalam, yakni ikigai. Secara harfiah, ikigai berarti “alasan untuk hidup” atau “alasan bangun setiap pagi”. Filosofi ini tidak menekankan pencapaian besar atau kesuksesan luar biasa, melainkan mengajak setiap orang menemukan makna dari hal-hal kecil yang selaras dengan dirinya.
