Rasa malas akut kerap membuat seseorang terjebak dalam lingkaran menunda pekerjaan dan menyalahkan diri sendiri. Semakin lama ditunda, semakin besar rasa bersalah yang muncul. Akibatnya, energi mental terkuras dan produktivitas makin menurun.
Banyak orang menganggap malas sebagai persoalan karakter. Padahal, secara psikologis, rasa malas sering menjadi sinyal adanya kelelahan, tekanan emosional, atau target yang terasa terlalu berat. Dengan memahami akar masalahnya, seseorang bisa melawan rasa malas dengan cara yang lebih efektif dan manusiawi.
Alih-alih memaksa diri secara keras, pendekatan yang tepat justru mampu mengaktifkan kembali motivasi dan energi secara bertahap. Berikut lima trik psikologi yang dapat membantu mengatasi rasa malas akut:
