Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Relawan Kalbar Lakukan Pemeriksaan Kesehatan usai Berjibaku dengan Karhutla

Kota Balikpapan
4 min read
Relawan Kalbar Lakukan Pemeriksaan Kesehatan usai Berjibaku dengan Karhutla
Relawan damkar karhutla lakukan pemeriksaan kesehatan. (IDN Times/Teri).
  • Sebanyak 100 relawan Kalbar menjalani pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi pertolongan pertama dari PMI Kalbar serta BETADINE setelah menangani karhutla dan distribusi air bersih.
  • Relawan dilaporkan mengalami sesak napas, asma, sakit tenggorokan, dan luka akibat tugas lapangan serta paparan asap; mereka diingatkan menjaga kesehatan saat bertugas.
  • Pemeriksaan menemukan radang tenggorokan, luka yang belum dirawat benar, risiko asma, hingga tekanan darah mencapai 180-an pada beberapa relawan muda; kasus tertentu dirujuk ke fasilitas kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mereda. Kondisi ini menjadi kesempatan bagi para relawan dan petugas pemadam kebakaran untuk beristirahat setelah berjibaku menangani karhutla dalam waktu yang cukup panjang.

Sebanyak 100 relawan di Kalbar mendapat pemeriksaan kesehatan gratis dalam kegiatan bertajuk Perkuat Kesiapsiagaan dan Edukasi Pertolongan Pertama. Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat dan BETADINE.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi bentuk perhatian kepada para relawan yang selama ini bertugas di lapangan. Mereka antara lain terpapar asap saat menangani karhutla dan membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.

Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan BETADINE bersama PMI. Program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus menjaga kesehatan para relawan yang terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Kita melihat saat ini Kalimantan Barat sedang menghadapi bencana karhutla. Tetapi bukan hanya karhutla, kita juga menghadapi krisis air bersih yang dialami masyarakat yang terdampak,” kata Benyamin, Kamis (1/10/2026).

  1. 1. Diberikan pemahaman pertolongan pertama dan menjaga kesehatan

    IMG_7320.jpeg
    Relawan karhutla sedang melakukan pemeriksaan kesehatan. (IDN Times/Teri).

    Menurutnya, para relawan, termasuk petugas PMI yang mendistribusikan air bersih, telah bekerja keras membantu masyarakat. Karena itu, kesehatan mereka juga perlu mendapat perhatian.

    “Untuk bisa membantu masyarakat, mereka juga harus berada dalam kondisi yang sehat,” ujarnya.

    Benyamin mengatakan, melalui kegiatan tersebut para relawan diberikan pemahaman mengenai pertolongan pertama sekaligus pentingnya menjaga kesehatan diri ketika berada di lapangan. Sebab, dalam situasi bencana, berbagai risiko dapat terjadi. Relawan bisa mengalami luka ketika bertugas, sementara paparan asap juga dapat memicu gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    "Kadang karena relawan terlalu sibuk menghadapi situasi di lapangan, mereka mungkin lupa menjaga kesehatan dirinya sendiri. Yang kita lakukan di sini adalah memberikan edukasi bahwa sebelum membantu orang lain, relawan juga harus menjaga kesehatan dirinya sendiri," katanya.

    Selain edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan untuk memastikan kondisi para relawan tetap terpantau sehingga mereka dapat terus menjalankan tugas kemanusiaan.

  2. 2. Keluhan relawan banyak mengalami sesak napas, sakit tenggorokan dan luka

    IMG_7316.jpeg
    Dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap relawan damkar karhutla. (IDN Times/Teri).

    Ketua PMI Kalimantan Barat, Lismaryani, mengatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan Bertadine dalam memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi pertolongan pertama bagi para relawan. Menurutnya, selama menjalankan tugas di tengah penanganan karhutla, sejumlah relawan mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan.

    “Memang banyak keluhan dari relawan selama melakukan pemadaman api. Ada yang mengalami sesak napas, asma, luka, dan berbagai keluhan lainnya,” ujarnya.

    Lismaryani mengatakan, PMI juga terus berupaya membantu masyarakat terdampak. Salah satunya melalui distribusi air bersih. Hingga saat ini, PMI telah menyalurkan sekitar 3,5 juta liter air kepada masyarakat di Kalimantan Barat yang membutuhkan.

    “Kegiatan ini masih terus berlanjut. PMI bukan hanya bergerak dalam pelayanan donor darah. Selama masyarakat membutuhkan, kami akan berusaha hadir,” katanya.

  3. 3. Ada relawan dengan tekanan darah tinggi

    IMG_7355.jpeg
    Luka yang dialami relawan damkar karhutla. (IDN Times/Teri).

    Dokter Firdaus yang melakukan pemeriksaan terhadap para relawan menemukan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Dari pemeriksaan awal, sebagian relawan mengalami keluhan pada tenggorokan yang ditandai dengan peradangan. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk paparan asap dalam beberapa waktu terakhir.

    Selain itu, ditemukan pula relawan yang mengalami luka dan belum mengetahui cara melakukan perawatan luka dengan benar.

    “Misalnya saat berada di lapangan terkena kayu dan lukanya cukup dalam, tetapi luka tersebut tidak ditutup. Padahal, yang terpenting adalah bagaimana cara membersihkan dan merawat luka dengan benar,” jelasnya.

    Menurut Firdaus, luka yang dibiarkan terbuka berisiko terpapar bakteri dan kotoran sehingga proses penyembuhannya dapat berlangsung lebih lama, terutama apabila luka cukup dalam. Yang cukup menjadi perhatian, kata dia, terdapat beberapa relawan yang masih berusia muda tetapi memiliki tekanan darah tinggi. Bahkan, dalam pemeriksaan ditemukan tekanan darah yang mencapai angka 180-an. Ada pula relawan yang memiliki risiko asma dan kerap mengalami sesak napas.

    “Mereka kita sarankan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Tadi juga ada dokter yang akan memberikan rujukan, sehingga ketika mereka datang ke fasilitas kesehatan sudah diketahui apa yang perlu ditindaklanjuti,” katanya.

  4. 4. Pentingnya menjaga kesehatan diri

    IMG_7359.jpeg
    Pemeriksaan kesehatan terhadap relawan karhutla. (IDN Times/Teri).

    Firdaus juga mengingatkan para relawan untuk memperhatikan perlindungan diri selama bertugas, terutama dari paparan asap.

    “Kalau ada perdarahan, hentikan perdarahannya. Setelah itu, bersihkan luka menggunakan air mengalir, kemudian berikan antiseptik atau disinfektan untuk luka, keringkan, lalu tutup menggunakan kasa steril. Setelah itu, buat orang tersebut merasa nyaman,” jelasnya.

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini pun dinilai menjadi momentum penting bagi para relawan untuk lebih memahami cara menjaga diri selama menjalankan tugas kemanusiaan. Sebab, mereka yang setiap hari membantu masyarakat juga membutuhkan perhatian dan perlindungan.

    “Yang juga sangat penting adalah menjaga kesehatan diri sendiri terlebih dahulu. Karena dengan kondisi tubuh yang sehat, kita bisa terus membantu masyarakat,” tukasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More