Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengunjungi beberapa SD untuk meninjau pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka (IDN Times/Fatmawati)
Meski sudah sempat dilakukan simulasi pembelajaran tatap muka, diakuinya di kota Balikpapan belum ada pelaksanaan PTM. Karena pelaksanaannya juga dianggap tak maksimal jelang ujian dan memasuki bulan Ramadan.
"Berbenturan dengan Ramadan maupun ujian juga. Jadi memang kita prioritas persiapkan bulan Juli saja," katanya.
Dirinya pun turut mendampingi peninjauan pemberian vaksin bagi tenaga pendidik di dua lokasi, yakni RS Bhayangkara dan RS Tentara.
"Tapi keseluruhan total ada 36 lokasi vaksin, yang sudah diatur oleh Dinas Kesehatan," katanya. Antara lain adalah fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas.
Pembelajaran tatap muka yang rencananya mulai dilaksanakan Juli ini sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak tahun lalu. Antara lain terkait protokol kesehatan, baik oleh pihak sekolah maupun orang tua.
"Karena peserta didik belum bisa divaksin, usianya kan minimal 18 tahun. Makanya yang bisa dilakukan adalah menerapkan peraturan kesehatan. Sementara ini yang dimaksud adalah guru dan tenaga kependidikan termasuk tata usaha, penjaga sekolah, dan yang lainnya semua kita usulkan," sebutnya.
Sebenarnya sekolah sekolah pun sudah mempersiapkan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti sedia thermogun, hand sanitizer, dan tempat mencuci tangan.
Ruangan kelas pun disiapkan untuk menampung 50 persen dari kapasitas. "Kita bertahap sampai pandemik ini dinyatakan benar-benar aman baru bisa kembali 100 persen kapasitas," jelas Muhaimin.
Nantinya siswa yang masuk adalah 50 persen dari daya tampung. Misalnya kegiatan belajar mengajar Senin sampai Sabtu, lalu diatur Senin dan Selasa untuk kelas I dan II, Rabu dan Kamis untuk kelas III dan IV, dan seterusnya.
"Jadi kita menggunakan sistem blended learning atau campuran antara pembelajaran tatap muka dan daring," tandasnya.