Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi sumur migas yang bocor.
Ilustrasi sumur migas yang bocor. (Dok: Pertamina)

Samarinda, IDN Times - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) membuka peluang kerja sama pengelolaan sekitar 500 sumur minyak idle atau tidak aktif sebagai upaya mendongkrak produksi minyak dan gas (migas) nasional pada 2026. Vice President Production and Project PHE, Benny Hidajat Sidik, mengatakan dari total 5.008 sumur idle yang masih memiliki potensi kandungan hidrokarbon, sebagian dinilai layak untuk direaktivasi melalui skema kemitraan.

“Kami melihat potensi besar dari ribuan sumur idle tersebut untuk dikerjasamakan dengan berbagai pihak, mulai dari kontraktor swasta hingga BUMD,” ujar Benny diberitakan Antara di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026).

1. Kepastian hukum bagi pelaku usaha

Reaktivasi Kembali Anjungan EZB oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) Regional Jawa

Menurut dia, skema reaktivasi ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 yang memberikan kepastian hukum lebih kuat bagi para pelaku usaha. Namun, reaktivasi sumur idle bukan tanpa tantangan. Sejumlah kendala teknis yang dihadapi antara lain tekanan bawah permukaan (subsurface) yang rendah, belum tersedianya fasilitas produksi di permukaan, hingga aspek keekonomian yang tergolong marginal.

Karena itu, PHE memilih strategi kemitraan. Beberapa sumur dinilai kurang ekonomis jika digarap sendiri oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), tetapi tetap menarik secara bisnis bagi mitra dengan skala dan pendekatan berbeda.

Untuk 2026, PHE menargetkan pengerjaan mandiri sekitar 800 sumur. Sementara itu, sekitar 500 sumur lainnya ditawarkan untuk dikelola melalui kerja sama.

2. Sistem Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT)

Dok. Pertamina Hulu Energi (PHE)

Adapun skema yang disiapkan meliputi Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT), kemitraan dengan BUMD atau koperasi, hingga pengusahaan sumur tua.

Guna menarik minat investor, PHE menawarkan skema bagi hasil (split) yang kompetitif. Persentase bagian kontraktor akan disesuaikan dengan jenis kerja sama yang dipilih.

3. Persyaratan teknis dan finansial

Menginjak usia ke-18 tahun pada 29 Juni 2025, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui swasembada energi. (Dok. Pertamina)

Calon mitra diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan finansial, termasuk memiliki pengalaman operasi migas minimal tiga tahun serta kondisi keuangan yang sehat.

PHE menjadwalkan penawaran umum untuk batch kerja sama tahun 2026 dibuka pada kuartal ketiga, sekitar Juli hingga Agustus. Proses pendaftaran minat dan penyampaian Letter of Intent (LOI) dilakukan secara daring melalui situs resmi perusahaan guna memastikan transparansi.

Editorial Team