Balikpapan, IDN Times - Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Purwadi Purwoharsojo, kembali melontarkan kritik terhadap rencana pengadaan mobil dinas mewah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, senilai Rp8,5 miliar.
Menurut Purwadi, kebijakan tersebut dinilai tidak selaras dengan kondisi keuangan daerah yang sedang tertekan setelah Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2026 dipangkas menjadi Rp3,13 triliun, dari sebelumnya Rp9,9 triliun pada 2025.
Ia membandingkan anggaran mobil dinas gubernur dengan alokasi bantuan ambulans untuk kabupaten/kota di Kaltim. Pemprov Kaltim, kata dia, hanya menganggarkan Rp2,8 miliar untuk pengadaan 11 unit ambulans.
“Dengan Rp8,5 miliar, seharusnya bisa membeli sekitar 33 unit ambulans untuk masyarakat. Ini soal skala prioritas,” ujar Purwadi.
