Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Petugas Satpol PP Kota Samarinda berjalan di ruang terbuka hijau di tepian Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (4/9/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom
Petugas Satpol PP Kota Samarinda berjalan di ruang terbuka hijau di tepian Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (4/9/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) merencanakan pembangunan kawasan tepi sungai di Kota Samarinda dengan nilai investasi yang diproyeksikan mencapai Rp1,7 triliun. Kawasan yang berada di antara Selili hingga Jembatan Mahkota II itu akan dikembangkan menjadi pusat keramaian baru. Di dalamnya akan dibangun amphitheater serta berbagai fasilitas pendukung untuk aktivitas publik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, mengatakan seluruh tahapan perencanaan awal proyek telah rampung. Mulai dari studi kelayakan (feasibility study) hingga Detail Engineering Design (DED) sudah diselesaikan.

“Di antara kawasan Selili dan Jembatan Mahkota II akan dibangun pusat keramaian baru dengan amphitheater dan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Firnanda diberitakan Antara di Samarinda, Minggu (1/2/2026).

1. Mendukung aktivitas publik di Samarinda

Petugas berjalan pada ruang terbuka hijau di tepian Sungai Mahakam, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (4/9/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Secara konsep, kawasan ini juga akan dilengkapi jalan tembus menuju Jembatan Mahkota II dengan jalur pedestrian yang lebar. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas warga, mulai dari olahraga hingga ruang swafoto.

Meski perencanaan teknis telah matang, realisasi fisik proyek masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Pemprov Kaltim mengaku harus bersikap realistis di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas serta adanya kebijakan pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.

“Karena itu, pada tahun anggaran ini kami akan memprioritaskan program-program yang paling mendesak terlebih dahulu,” kata Firnanda.

2. Pembangunan di bantara sungai

berlari-lari dari kenyataan bahwa perut sudah buncit, hehe

Dari sisi sosial, proyek ini dinilai relatif aman karena pembangunan dilakukan di sepanjang bantaran sungai sehingga tidak memerlukan relokasi permukiman warga. Bahkan, keberadaan kawasan baru tersebut diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui penciptaan pusat aktivitas ekonomi dan akses jalan yang lebih memadai.

Untuk mengatasi keterbatasan pendanaan, Pemprov Kaltim membuka peluang kolaborasi pembiayaan dengan pemerintah pusat di luar skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

3. Jalan pintas di kawasan pelabuhan Samarinda

Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda (Arumanto)

Jalur ini dinilai strategis karena tidak hanya berfungsi mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi jalan pintas penting dari kawasan pelabuhan menuju Jembatan Mahkota II.

“Mungkin saja jika pemerintah pusat tertarik untuk membangun bersama, apalagi jalur ini juga menjadi akses cepat dari kawasan pelabuhan ke Mahkota II,” pungkas Firnanda.

Editorial Team