Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Santri Asal Kayong Utara Dirawat di RS, Pesantren Labbaik Bantah Kekerasan
Santri di Kubu Raya alami lebam wajah adalah seorang Hafizh. (IDN Times/istimewa).

Kubu Raya, IDN Times - Pesantren Labbaik Indonesia di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) membantah isu dugaan kekerasan terhadap salah satu santrinya. Pihak pesantren menegaskan kondisi yang dialami santri bernama Irfan Zaki Azizi merupakan masalah kesehatan yang telah dikeluhkan sebelumnya.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Azizi, santri asal Kabupaten Kayong Utara, ditemukan dalam kondisi wajah lebam dan tidak sadarkan diri. Pihak pesantren sempat menyebut kondisi awal Azizi berkaitan dengan keluhan sakit mata.

Kepala Asrama Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Muhammad Aziz Shofiuddin, menjelaskan keluhan kesehatan Azizi sebenarnya sudah muncul sejak 9 Maret 2026.

Menurutnya, saat itu Azizi sempat berbincang dengan temannya dan meminta obat karena mengaku mengalami sakit pada bagian mata.

“Pada 9 Maret Azizi sempat berbincang dengan temannya dan meminta obat sakit mata,” ujar Aziz, Sabtu (14/3/2026).

1. Awalnya Azizi keluhkan sakit mata

ilustrasi sakit mata (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

Keluhan tersebut kembali disampaikan Azizi pada 10 Maret 2026 dini hari. Saat bangun untuk berwudhu sebelum salat tahajud, ia mengaku tubuhnya terasa tidak enak.

“Dia sempat berkata kepada temannya, ‘Kenapa badan ana tidak enak dan mata ana juga sakit’,” jelasnya.

Meski mengeluh sakit, Azizi tetap mengikuti aktivitas pesantren seperti biasa. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, ia mengikuti kegiatan SBQ atau setoran bacaan Al-Qur’an.

Setelah itu Azizi sempat beristirahat sebelum kembali beraktivitas pada siang hari. Bahkan sekitar pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, ia masih bertugas sebagai pembawa acara (MC) dalam kegiatan sertifikasi hafalan Al-Qur’an.

2. Korban menggunakan salep mata bersama temannya

Santri asal Kayong Utara alami lebam wajah hingga meninggal dunia. (IDN Times/istimewa).

Menjelang salat Asar, Azizi sempat meminta kaca kepada temannya untuk melihat kondisi matanya. Pada sore hari, salah satu temannya melihat Azizi menggunakan salep obat mata dan mengingatkannya agar tidak menggunakannya secara berlebihan.

“Temannya sempat mengingatkan agar tidak terlalu banyak memakai salep mata. Namun Azizi mengatakan memang seperti itu cara pemakaiannya,” kata Aziz.

Tidak lama kemudian, sekitar satu hingga dua menit setelah menggunakan obat tersebut, Azizi tiba-tiba mengeluarkan cairan dari hidungnya. Ia sempat mengatakan kepada temannya bahwa kondisi itu mungkin merupakan efek dari obat yang digunakan.

Pada malam hari, Azizi masih mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an di masjid sekitar pesantren. Namun saat kegiatan berlangsung, teman-temannya mulai melihat kondisi matanya mulai membengkak.

Setelah kegiatan selesai, Azizi kembali ke kamar dan menggunakan salep mata sebelum mengganti pakaian dan beristirahat.

3. Menggigil dan muntah

Santri di Kubu Raya yang alami lebam wajah meninggal dunia. (IDN Times/istimewa).

Sekitar pukul 23.00 WIB, kondisinya mulai memburuk. Azizi dilaporkan menggigil sehingga kemudian dibawa ke Unit Kesehatan Santri (UKS) untuk mendapatkan penanganan dari musyrif kesehatan.

Di UKS, Azizi sempat diberikan kompres. Namun sekitar pukul 00.00 WIB, pembengkakan pada matanya semakin parah dan mulai tampak menghitam.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Azizi kembali ke kamar mandi dengan dibantu temannya dan dilaporkan sempat muntah.

4. Korban mengalami kesulitan pernapasan

Ilustrasi pasien di rumah sakit (https://www.pexels.com/Tima%20Miroshnichenko)

Setelah kembali ke kamar, kondisinya disebut semakin tidak stabil. Ia terlihat gelisah saat tidur dan mulai mengalami kesulitan bernapas. Saat waktu salat tahajud tiba, pembengkakan pada wajahnya semakin parah hingga berlanjut sampai pagi hari.

Pada pagi hari, Azizi kembali menuju kamar mandi dan bertemu dengan musyrif kesehatan. Saat itulah pihak pesantren memutuskan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Azizi awalnya dibawa ke RS Anton Soedjarwo (RS Bhayangkara) Pontianak. Namun karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, ia kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapat perawatan dari dokter spesialis bedah saraf.

Editorial Team