Memiliki pasangan yang baik sering kali berawal dari upaya memperbaiki diri sendiri. Memantaskan diri bukan sekadar tuntutan sosial, tetapi juga langkah penting agar seseorang merasa nyaman dan seimbang saat menjalin hubungan dengan pasangan.
Dengan terus mengembangkan diri, seseorang dapat menjadi pribadi yang mampu mengimbangi kelebihan maupun kekurangan pasangan. Dalam konteks ini, ilmu sosiologi memberikan sudut pandang menarik tentang bagaimana seseorang bisa memantaskan diri dalam sebuah hubungan.
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah teori praktik sosial dari sosiolog Pierre Bourdieu. Teori ini memperkenalkan sejumlah konsep seperti habitus, modal budaya, modal ekonomi, serta arena sosial yang dapat menjadi acuan dalam memahami hubungan antarmanusia.
