Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sebelum Menuntut Pasangan, Pelajari Cara Memantaskan Diri Ini
ilustrasi pasangan (pixabay.com/Takmeomeo)

Memiliki pasangan yang baik sering kali berawal dari upaya memperbaiki diri sendiri. Memantaskan diri bukan sekadar tuntutan sosial, tetapi juga langkah penting agar seseorang merasa nyaman dan seimbang saat menjalin hubungan dengan pasangan.

Dengan terus mengembangkan diri, seseorang dapat menjadi pribadi yang mampu mengimbangi kelebihan maupun kekurangan pasangan. Dalam konteks ini, ilmu sosiologi memberikan sudut pandang menarik tentang bagaimana seseorang bisa memantaskan diri dalam sebuah hubungan.

Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah teori praktik sosial dari sosiolog Pierre Bourdieu. Teori ini memperkenalkan sejumlah konsep seperti habitus, modal budaya, modal ekonomi, serta arena sosial yang dapat menjadi acuan dalam memahami hubungan antarmanusia.

1. Bangun habitus yang baik versi memantaskan diri

ilustrasi orang bekerja (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Dalam teori praktik sosial, habitus merupakan kebiasaan atau pola perilaku yang terbentuk melalui proses sosialisasi dan kemudian melekat pada diri seseorang. Habitus berfungsi sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Dalam hubungan, membangun habitus yang baik menjadi langkah awal untuk memantaskan diri. Misalnya, jika menginginkan pasangan yang pekerja keras, maka penting untuk menanamkan kebiasaan kerja keras dalam diri sendiri. Kebiasaan tersebut perlahan akan membentuk karakter yang selaras dengan nilai-nilai pasangan.

2. Miliki dan kuasa modal budaya berupa ilmu pengetahuan versi memantaskan diri

ilustrasi pasangan (pixabay.com/5688709)

Selain habitus, terdapat pula konsep modal budaya, yang berkaitan dengan selera, pengetahuan, pendidikan, hingga kemampuan berbahasa.

Memperkaya wawasan, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman hidup, dapat membantu pasangan saling memahami satu sama lain. Dengan pengetahuan yang luas, percakapan menjadi lebih nyambung dan hubungan pun terasa lebih seimbang.

Tidak hanya itu, wawasan yang luas juga memungkinkan pasangan untuk saling melengkapi serta membimbing satu sama lain ketika menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.

3. Kumpulkan dan miliki modal ekonomi berupa kemapanan secara finansial

ilustrasi uang (pixabay.com/RyanMcGuire)

Konsep lain yang tak kalah penting adalah modal ekonomi, yaitu sumber daya yang dimiliki seseorang, seperti pendapatan atau kemampuan finansial.

Dalam hubungan yang serius, aspek ekonomi sering kali menjadi salah satu faktor penting. Terlebih jika seseorang memiliki rencana membangun rumah tangga, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi hal yang perlu dipersiapkan.

Memiliki kondisi finansial yang stabil dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih mapan dan berkelanjutan di masa depan.

4. Observasi arena kehidupan pasangan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/CHENA)

Dalam teori Bourdieu, arena merujuk pada ruang sosial tempat seseorang berinteraksi dan memperjuangkan berbagai modal yang dimiliki.

Dalam hubungan, memahami arena sosial pasangan berarti mengenal lingkungan di sekitarnya, seperti keluarga, teman, hingga latar belakang kehidupannya. Dari lingkungan tersebut, seseorang dapat belajar nilai-nilai yang membentuk karakter pasangan.

Mengamati orang-orang terdekat pasangan juga dapat memberikan gambaran tentang hal-hal yang membuatnya merasa nyaman dan bahagia.

5. Observasi arena kekurangan pasangan

ilustrasi pasangan (pixabay.com/Takmeomeo)

Observasi terhadap arena sosial juga membantu seseorang memahami kelebihan maupun kekurangan pasangan. Memantaskan diri bukan hanya tentang menjadi sepadan dengan pasangan, tetapi juga tentang kesiapan untuk menerima kelemahannya.

Jika seseorang mampu menerima kekurangan pasangan dengan lapang, itu menandakan adanya kesiapan emosional untuk menjalani hubungan yang lebih serius.

Memantaskan diri bukanlah proses yang instan. Perjalanan ini sering kali membutuhkan waktu, kesabaran, dan refleksi diri.

Namun, proses tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai beban. Sebaliknya, memantaskan diri dapat menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri sekaligus memahami pasangan dengan lebih dalam.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat bukan hanya tentang menemukan orang yang tepat, tetapi juga tentang menjadi pribadi yang tepat bagi pasangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team