Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SR.jpg
Sejumlah peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 bersiap untuk lari saat pemeriksaan kesehatan di GOR Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (14/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Samarinda, IDN Times – Sekolah Rakyat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai menampung 125 siswa baru untuk tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini dibuka untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin, lengkap dengan fasilitas modern dan mewah sebagai wujud perhatian negara terhadap masyarakat kurang mampu.

“Tes kesehatan bagi calon siswa sudah kami mulai kemarin di GOR Segiri Samarinda. Sementara peluncuran resmi Sekolah Rakyat dijadwalkan akhir Juli ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin diberitakan Antara, Rabu (16/7/2025).

1. Proses belajar mengajar sementara

Simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani Bampu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025) (IDN/Times Dini Suciatiningrum)

Saat ini, proses belajar mengajar masih dilakukan di dua lokasi sementara, yaitu di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur dan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Meski masih menumpang, Asli memastikan bahwa fasilitas yang disediakan sangat layak. “Ruang belajar sudah dilengkapi dengan komputer dan berbagai perlengkapan lainnya. Orang tua tidak perlu khawatir,” jelasnya.

2. Pembangunan Sekolah Rakyat dimulai bulan Juli

Simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani Bampu Apus, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025) (IDN/Times Dini Suciatiningrum)

Asli menambahkan, pembangunan gedung Sekolah Rakyat akan dimulai akhir Juli atau awal Agustus 2025 di atas lahan milik Pemkot Samarinda di Kecamatan Palaran. Proyek ini ditargetkan rampung tahun depan, sehingga seluruh siswa dapat segera menempati gedung baru.

Untuk sementara, asrama siswa juga telah disiapkan di kawasan BPVP Samarinda.

3. Siswa BPMP di Samarinda

Siswa Sekolah Rakyat Prof Soeharso Solo. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Asli merinci, jumlah siswa di BPMP terdiri dari dua kelas SMA dan dua kelas SMP, masing-masing berisi 25 siswa. Sedangkan di BPVP terdapat satu kelas SD dengan jumlah siswa yang sama. “Total seluruhnya 125 siswa dari dua lokasi,” ungkapnya.

Seluruh kebutuhan siswa dipenuhi oleh pemerintah, mulai dari makanan, minuman, seragam, laptop, hingga ruang kelas ber-AC. “Semua ini bentuk nyata perhatian pemerintah, terutama bagi warga miskin ekstrem,” tutup Asli.

Editorial Team