Disiplin pada anak kerap disalahartikan sebagai hukuman atau cara membuat anak patuh lewat rasa takut. Padahal, dalam psikologi perkembangan, disiplin adalah proses mengajarkan anak tentang batasan, tanggung jawab, dan konsekuensi secara sehat.
Bentakan atau hukuman memang bisa membuat anak diam sesaat. Namun, cara ini sering meninggalkan luka emosional jangka panjang. Anak justru belajar takut, bukan memahami.
Para ahli menekankan, disiplin paling efektif dibangun melalui hubungan yang hangat dan penuh empati. Cara orang tua merespons kesalahan anak akan membentuk cara anak memandang dirinya sendiri, bahkan memengaruhi hubungannya dengan otoritas di masa depan.
Berikut enam cara mendisiplinkan anak tanpa bentakan dan hukuman, berdasarkan pendekatan psikologi perkembangan:
