Sebagian besar orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Namun, tanpa disadari, niat baik tersebut kadang berubah menjadi tekanan emosional.
Tekanan ini tidak selalu hadir dalam bentuk bentakan atau hukuman keras. Ia bisa muncul lewat ekspektasi yang terlalu tinggi, kontrol berlebihan, hingga respons emosional yang membuat anak merasa tidak pernah cukup baik.
Dalam kajian psikologi perkembangan, tekanan emosional yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan mental anak. Mulai dari meningkatnya kecemasan, rasa takut gagal, hingga rendahnya kepercayaan diri.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tandanya. Berikut lima ciri orang tua yang tanpa sadar menekan anak:
