Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
d840cb7f-c3fc-429c-991c-f87611b88ab1.jpeg
SPBU di Kabupaten Sintang. (IDN Times/Istimewa).

Intinya sih...

  • Pendangkalan alur sungai memengaruhi distribusi BBM di Sintang

  • Pertamina atur ulang jadwal pengiriman dan melakukan monitoring penyaluran

  • Alternatif skema bongkar muat sedang dikaji untuk memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sintang, IDN Times - Seiring dengan adanya penyesuaian operasional pada jalur pengiriman dari titik suplai menuju SPBU Reguler, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan optimalisasi distribusi BBM di sejumlah lembaga penyalur wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Penyesuaian operasional tersebut tertuju pasa titik suplai menuju SPBU Reguler, SPBU Non-Reguler, dan Pertashop.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun menuturkan permasalahan yang terjadi pada proses pendistribusian tersebut.

1. Adanya pendangkalan alur sungai

SPBU di Kabupaten Sintang. (IDN Times/istimewa).

Edi menuturkan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi proses distribusi adalah kondisi pendangkalan alur sungai akibat penurunan tinggi muka air.

“Ketinggian Sungai Melawi tercatat sekitar 2,7 meter dan mengalami penurunan kurang lebih 30 sentimeter. Kondisi itu menyebabkan kapal pengangkut BBM belum dapat melakukan sandar dan bongkar muat di Fuel Terminal (FT) Sintang karena faktor keselamatan pelayaran,” ungkap Edi, Kamis (12/2/2026).

2. Pertamina atur ulang jadwal pengiriman

Ilustrasi bbm(Kompas.com/Yohana Artha Uly)

Tak hanya itu, ada pola suplay mengalami penyesuaian dengan pengalihan dari IT Pontianak dan FT Sintang, yang memerlukan jarak dan waktu tempuh distribusi lebih panjang.

Edi bilang, Pertamina juga terus mengatur ritase mobil tangki agar distribusi tetap berjalan optimal. Wilayah yang terdampak penyesuaian distribusi ini meliputi Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Melawi, dan Sanggau.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan ulang jadwal pengiriman, percepatan suplai dari titik terdekat yang tersedia, serta optimalisasi armada distribusi.

Saat ini Pertamina tengah mengkaji alternatif skema bongkar muat di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, melalui metode unloading langsung dari kapal ke mobil tangki menggunakan desain skid meter.

“Alternatif ini masih dalam tahap kajian teknis dan review aspek keselamatan (HSSE) untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur. Kami berharap langkah ini dapat semakin memperkuat kelancaran distribusi BBM di wilayah Sanggau hingga Sintang,” tutur Edi.

3. Melakukan monitoring penyaluran

ilustrasi BBM Pertamina (dok. Pertamina)

Dalam hal ini, Pertamina terus melakukan monitoring penyaluran, khususnya pada lembaga penyalur di wilayah strategis dan jalur utama, guna menjaga kelancaran layanan kepada masyarakat.

Komitmen untuk menjaga kelancaran distribusi terus diperkuat melalui koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan serta optimalisasi seluruh sumber daya yang tersedia, sehingga penyaluran BBM di wilayah terdampak penyesuaian operasional dapat berlangsung lancar dan berangsur normal kembali.

Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk memperoleh BBM di lembaga penyalur resmi dan melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan atau praktik yang merugikan dalam penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, serta media sosial resmi @pertamina135 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Editorial Team