Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
57f6f34d-2083-4ea2-b533-802bc6238671.jpeg
Visual peta rasa di trotoar Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Intinya sih...

  • Trotoar di Pontianak diubah menjadi Peta Rasa Kuliner Khas Kota Pontianak

  • Wali Kota Edi Rusdi Kamtono ingin trotoar memberikan pengalaman dan identitas kota

  • Jalan MT Haryono dipilih karena aktivitas tinggi, visual Peta Rasa diharapkan menarik pengunjung

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pontianak, IDN Times - Wajah baru trotoar di Pontianak, trotoar kini bukan sekadar jalur lalu-lalang. Ia adalah ruang bertemu, tempat melangkah pelan, dan kini juga ruang bercerita. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai menata trotoar di sepanjang Jalan MT Haryono dan Jalan Tengku Umar dengan sentuhan visual Peta Rasa Kota Pontianak.

Ini merupakan sebuah upaya menghadirkan identitas kuliner khas Kota Khatulistiwa ke ruang publik. Langkah ini menjadi bagian dari penataan infrastruktur perkotaan yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga pada rasa dan makna.

1. Suguhkan peta rasa kuliner khas Pontianak

Trotoar di Pontianak ditata rapi. (IDN Times/istimewa).

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, trotoar yang baik seharusnya memberi kenyamanan sekaligus menghadirkan pengalaman bagi siapa pun yang melintasinya.

“Itu bagian dari kreativitas untuk Kota Pontianak yang semakin lebih indah, lebih berbudaya, dan punya branding yang kuat,” ungkap Edi, Minggu (8/2/2026).

Melalui visual Peta Rasa, ragam kuliner lokal dihadirkan sebagai cerita yang bisa dibaca sambil berjalan. Pemkot ingin menjadikan ruang pedestrian bukan hanya ramah pejalan kaki, tetapi juga edukatif dan mencerminkan jati diri kota.

2. Jadi daya tarik dan identitas Pontianak

Peta rasa Kota Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Jalan MT Haryono dipilih karena menjadi salah satu koridor dengan aktivitas warga yang tinggi. Setiap hari, kawasan ini dilewati pekerja, pelajar, hingga wisatawan. Penataan trotoar diharapkan membuat kawasan ini lebih nyaman dilalui, sekaligus lebih sedap dipandang.

“Visual Peta Rasa ini diharapkan bisa menjadi daya tarik, bukan hanya bagi warga Pontianak, tetapi juga pengunjung dari luar daerah. Dari trotoar, orang bisa mengenal kuliner dan karakter kota ini,” lanjut Edi.

3. Trotoar yang ramah dan manusiawi

Pemkot Pontianak hadirkan peta rasa kuliner khas. (IDN Times/istimewa).

Lebih dari sekadar estetika, penataan pedestrian ini juga membawa pesan tentang kota yang ramah dan manusiawi. Trotoar yang aman dan nyaman mendorong warga berjalan kaki, berinteraksi, dan menjalani pola hidup yang lebih sehat.

“Dengan trotoar yang baik, Pontianak ingin menjadi kota yang nyaman ditinggali, sekaligus mudah dikenali lewat identitas visualnya,” tukasnya.

Editorial Team