Balikpapan, IDN Times – Wacana Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud untuk mengalihkan jalur angkutan tambang dari darat ke sungai menuai pro dan kontra. Meski disebut-sebut bisa menyelamatkan jalan nasional dari kerusakan akibat truk bertonase besar, sejumlah pihak justru menilai langkah ini dapat menjadi ancaman serius bagi Pesut Mahakam—mamalia langka khas Kalimantan Timur yang hidup di Sungai Mahakam.
Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) adalah lumba-lumba air tawar satu-satunya di Indonesia. Spesies ini telah masuk dalam daftar merah IUCN dengan status sangat terancam punah (Critically Endangered) sejak tahun 2000, dan dilindungi penuh oleh negara.
Namun, rencana pemindahan angkutan alat berat ke jalur sungai justru bisa memperparah tekanan terhadap keberlangsungan hidup pesut, terutama karena meningkatnya lalu lintas kapal tongkang.
“Kualitas air di Sungai Mahakam makin memburuk sejak ada aktivitas angkutan tambang. Kami temukan kandungan logam berat seperti tembaga dan kadmium yang bisa membahayakan pesut,” kata Danielle Kreb, Direktur Yayasan Konservasi RASI baru-baru ini.