Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Usai Viral, SMAN 1 Sambas Minta Penyelenggara Pulihkan Mental Siswa
SMAN 1 Sambas berikan pernyataan sikap. (IDN Times/istimewa).

Sambas, IDN Times - Polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih bergulir. Kini, SMAN 1 Sambas memberikan pernyataan sikap dengan beberapa poin yang disampaikan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Sambas, Syafaruddin dalam surat tersebut menyatakan bahwa terdapat 8 point yang dibuat dan disampaikan ke publik atas dasae kesepakatan bersama.

“Pernyataan sikap SMAN 1 Sambas berdasarkan komitmen bersama dewan guru beserta stat TU SMAN 1 Sambas dan peserta LCC 4 Pilar MPR RI 2026 beserta orang tua mereka untuk menjaga marwah pendidikan dan kesehatan mental dan psikis murid dalam lingkungan yang sehat dan bermartabat,” sebutnya, Sabtu (16/5/2026).

1. Sebut sekolah sudah sesuai tata tertib

Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar viral di medsos. (IDN Times/istimewa).

SMAN 1 Sambas menyebut, pihaknya menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan sebagai bagian dari mekanisme penyelenggara lomba.

“Meyakini bahwa peserta LCC 4 Pilar dari SMAN 1 Sambas telah berkompetisi sesuai tata tertib yang telah ditetapkan panitia dan disepakati seluruh peserta lomba,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi usaha MPR RI sebagai penyelenggara untuk mengatasi polemik yang muncul pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026.

“Namun menyayangkan abainya penyelenggara dalam meluruskan informasi terkait polemik ini sehingga SMAN 1 Sambas terus-menerus terpojok,” tuturnya.

2. Bantah keras tudingan kecurangan, hingga setting perlombaan

Surat pernyataan sikap SMAN 1 Sambas. (IDN Times/istimewa).

Pihaknya mengecam munculnya berbagai bentuk opini, narasi, tuduhan maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru beserta staf TU, murid dan bahkan sampai ke alumni.

“Tindakan ini telah mencemarkan nama baik SMAN 1 Sambas, menimbulkan tekanan psikologis kepada pihak yang terdampak serta memperkeruh suasana,” ungkapnya.

SMAN 1 Sambas juga membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada mereka.

3. Tolak tanding ulang, minta penyelenggara pulihkan psikis siswa

Peserta dari SMAN 1 Sambas. (IDN Times/istimewa).

Selain itu, SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diusulkan MPR RI.

“Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid sebelum kami mewakili Kalbar pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI 2026 di tingkat Nasional,” tegasnya.

Pihaknya juga berharap agar seluruh pihak dapat menahan diri, menghormati proses yang sedang berlangsung, dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif, serta berkeadilan.

“Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga suasana pendidikan yang sehat, kondusif, dan bermartabat,” tukasnya.

Editorial Team