Balikpapan, IDN Times - Wacana penerapan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung terus menuai perhatian publik. Sejumlah akademisi di Kalimantan Timur menawarkan opsi jalan tengah jika sistem tersebut benar-benar diterapkan, yakni melalui konsep pilkada asimetris yang disesuaikan dengan kondisi, budaya, dan tingkat kedewasaan demokrasi masing-masing daerah.
Pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul), Anwar Alaydrus, mengatakan gagasan pilkada asimetris bukan hal baru. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya pernah dikenal konsep dekonsentrasi untuk provinsi dan desentralisasi untuk kabupaten/kota.
“Dulu bahkan ada pandangan bahwa gubernur dipilih pusat karena dianggap sebagai perpanjangan tangan presiden,” ujar Anwar dalam diskusi publik bertajuk Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada di Balikpapan, Rabu (4/2/2026).
