Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wagub Kaltim Tegaskan: Masa Depan Anak Jadi Kunci Tekan Stunting
Ilustrasi anak dengan status gizi normal dan stunting

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyambut positif aspirasi Forum Anak Kota Balikpapan yang mendorong peningkatan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam pengembangan kreativitas.

1. Perhatian dalam penanganan stunting di Kaltim

Wakil Gubernur Kaltim H. Seno Aji menegaskan, isu anak menjadi perhatian penting yang tidak boleh diabaikan, termasuk di Kota Balikpapan. Menurutnya, berbagai masukan dari Forum Anak akan menjadi bagian dari perhatian serius pemerintah daerah.

“Aspirasi Forum Anak tetap menjadi perhatian Pemprov Kaltim. Persoalan anak juga berkaitan erat dengan stunting, sehingga perlu menjadi fokus bersama,” ujar Seno Aji dalam akun IG Pemprov Kaltim dalam Musrenbang Kota Balikpapan, pekan lalu.

Ia menjelaskan, pembinaan anak perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga usia lima tahun, bahkan berlanjut setelahnya. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini.

2. Prevalensi stunting harus terus digencarkan

Wagub Kaltim, Seno Aji. (Dok. Pemprov Kaltim)

Karena itu, upaya menekan prevalensi stunting harus terus digencarkan, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pemprov Kaltim juga mendorong agar anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang, mengingat pengukuran stunting difokuskan pada kelompok usia nol hingga lima tahun.

“Indikatornya dilihat dari standar berat dan tinggi badan anak. Jika tidak sesuai, maka terindikasi stunting. Namun, jika setelah usia lima tahun pertumbuhannya normal, maka kondisinya dinilai baik,” jelasnya.

3. Stunting menjadi prioritas di Kaltim

Otorita IKN bersama BKKBN dan Bankaltimtara komitmen turunkan angka stunting di IKN. Foto Humas OIKN (IDN Times/Ervan)

Seno Aji menegaskan, penanganan stunting menjadi prioritas Pemprov Kaltim bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Semoga pada akhir 2026, angka prevalensi stunting di Kaltim dapat ditekan hingga di bawah 20 persen,” pungkasnya.

Editorial Team