Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Wali Kota Pontianak Minta BBPJN Perbaiki Jalan yang Ambles Imbas Proyek SPALD-T
Edi tinjau proyek SPALD-T imbas jalan amblas. (IDN Times/istimewa).
  • Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak perbaikan segera Jalan Tanjungpura yang ambles diduga akibat penggalian pipa proyek SPALD-T, demi keselamatan terutama pengendara motor.
  • Karena berstatus jalan nasional, Edi meminta BBPJN mempercepat penanganan serta kontraktor memasang rambu, barikade, dan penerangan memadai di area kerja, khususnya pada malam hari.
  • Pelaksana proyek diminta mengevaluasi metode penggalian dan rutin memantau kondisi jalan; pembangunan sanitasi tetap harus menjaga keamanan, kenyamanan warga, serta kelancaran aktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Penurunan badan jalan di Jalan Tanjungpura, Kota Pontianak, menjadi perhatian Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Dia meminta kontraktor pelaksana proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) segera memperbaiki permukaan jalan yang amblas tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan proyek selesai.

Permintaan tersebut disampaikan Edi saat meninjau langsung kondisi jalan Tanjungpura tersebut. Penurunan badan jalan yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian pipa itu dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

1. Keselamatan pelintas jadi prioritas

Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono tinjau proyek SPALD-T. (IDN Times/istimewa).

Edi menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas selama proyek berlangsung. Karena itu, perbaikan tidak boleh ditunda hingga seluruh tahapan pembangunan rampung.

“Jalan yang amblas harus segera diperbaiki dan diratakan kembali. Jangan menunggu pekerjaan proyek selesai seluruhnya. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama,” tegasnya, Kamis (22/10/2026).

Menurut Edi, penanganan kerusakan tersebut membutuhkan koordinasi lintas instansi karena Jalan Tanjungpura berstatus sebagai jalan nasional. Ia pun meminta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) mengambil langkah percepatan agar kondisi jalan segera kembali aman dilalui.

“Saya minta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional segera mengambil langkah percepatan perbaikan. Kondisi jalan harus segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

2. Minta pengamanan diperketat

Jalan amblas imbas proyek SPALD-T. (IDN Times/istimewa).

Selain mendesak perbaikan fisik, Edi meminta kontraktor memastikan area pekerjaan dilengkapi perlengkapan keselamatan yang memadai. Rambu peringatan, barikade, dan penerangan harus tersedia untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.

“Selama pekerjaan berlangsung, area yang berisiko harus diberi tanda yang jelas, terutama saat malam hari,” tuturnya.

Ia juga meminta pelaksana proyek mengevaluasi metode penggalian serta penanganan tanah di sepanjang jalur pemasangan pipa. Evaluasi diperlukan untuk mengantisipasi penurunan badan jalan di titik lain yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Edi menekankan, pemantauan kondisi jalan di sekitar lokasi proyek harus dilakukan secara berkala. Dengan begitu, indikasi kerusakan dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani sebelum menimbulkan risiko lebih besar bagi masyarakat.

“Saya juga sudah minta pelaksana melakukan pengecekan dan memastikan setiap tahapan pekerjaan memperhatikan kondisi badan jalan di sekitarnya,” tambahnya.

3. Proyek sanitasi harus tetap utamakan keselamatan

Edi pantau proyek SPALD-T. (IDN Times/istimewa).

Edi menjelaskan, pembangunan SPALD-T merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sanitasi dan pengelolaan air limbah domestik di Kota Pontianak. Meski memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan dampak terhadap infrastruktur serta aktivitas warga.

“Pembangunan ini penting bagi kota kita, terutama untuk meningkatkan kualitas sanitasi. Tetapi, pelaksanaannya juga harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Keduanya harus berjalan beriringan,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Pontianak akan terus memantau tindak lanjut perbaikan sesuai kewenangannya serta berkoordinasi dengan instansi terkait.

Percepatan penanganan diharapkan dapat mengembalikan kondisi permukaan Jalan Tanjungpura menjadi rata, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article