Warga bersama pemerintah desa Bukit Subur gotong royong perbaiki jalan yang rusak parah (IDN Times/Ervan)
Untuk diketahui, tambah Asep, sebenarnya pemerintah desa dan masyarakat sudah beberapa kali melakukan gotong royong memperbaiki jalan tersebut. Tetapi karena kondisi jalan yang masih tanah dan akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi serta tiap hari dilalui oleh masyarakat, maka jalan itu kembali rusak.
“Jalan yang rusak parah mulai dari wilayah kelurahan Sepan di Gunung Sungkai atau Gunung Gambalina, lalu di RT 4 Kelurahan Riko, di Gapura selamat datang desa Bukit Subur dan dekat pemakaman umum desa kami,” urainya.
Kondisi jalan rusak itu, tuturnya, sudah terjadi di beberapa tahun sebelumnya, namun karena curah hujan tidak tinggi dan kegiatan masyarakat masih kurang sehingga kerusakan tidak terlalu parah. Apalagi tiap tahun ada perawatan jalan dari UPTD PU.
Tetapi, masyarakat merasakan jalan itu semakin rusak, sejak pertengahan Januari 2023 kemarin hingga sekarang.
“Meskipun kami lakukan perbaikan secara gotong royong, tetapi kondisi tetap rusak dan hampir sebulan ini semakin parah hampir disebabkan curah hujan tinggi akibatnya badan jalan yang masih tanah liat itu menjadi seperti bubur ketika dilalui,” pungkasnya.