Gubernur Kalbar, Ria Norsan dan Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono hadir dalam perayaan Imlek. (IDN Times/Teri).
Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengungkapkan bahwa pada malam yang sama dirinya telah melepas pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan.
“Obor melambangkan cahaya, lampion juga melambangkan cahaya. Jadi ada dua cahaya yang menyatu pada malam hari ini. Ini melambangkan bahwa masyarakat Tionghoa dan umat Muslim menjadi satu dalam persaudaraan, tidak ada lagi perbedaan yang membedakan kita,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan bahwa perayaan Imlek merupakan contoh nyata harmoni dan toleransi di Kalimantan Barat.
“Selamat Tahun Baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa Kalimantan Barat. Saya berdoa yang pertama sehat, yang kedua sukses, dan yang ketiga bahagia di Tahun Kuda Api,” ucap Krisantus.
Dia menambahkan bahwa ribuan masyarakat dari berbagai etnis dan agama yang memadati Jalan Gajah Mada menjadi cerminan semangat kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat.
“Kita lihat semua membaur dari berbagai suku yang ada di Kalimantan Barat. Ini merupakan satu kesatuan,” tukasnya.
Perayaan Imlek ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap keberagaman budaya.