Salah satu ruangan isolasi COVID-19 RSUD AWS Samarinda. Potret diambil sebelum wabah corona menyerbu Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)
Lebih lanjut, dia menerangkan hingga saat ini hanya tiga klaster yang yang menjadi fokus utama Diskes Kaltim dalam menelusuri pasien positif virus corona. Pertama itu klaster Bogor, Jawa Barat.
Di daerah ini terbagi lagi menjadi dua klaster, pertama klaster antiriba kemudian kedua klaster sinode.
Detail waktunya, khusus agenda di Bogor, ada dua kegiatan pertama itu berkaitan dengan seminar ekonomi antiriba pada 25-28 Februari 2020 dan sidang sinode tahunan pada 26-29 Februari 2020.
Kemudian ketiga itu klaster KPU yang dengan agenda seminar data pemilih pada 9-11 Maret di Jakarta Selatan.
Dari tiga kegiatan ini, 11 pasien positif virus corona diketahui sebab semuanya saling bertalian. Misal, 6 kasus di Balikpapan, sebanyak 4 orang berasal dari klaster antiriba di Bogor, sementara 2 lainnya punya riwayat perjalanan dari daerah terjangkit di Jakarta dan Jepang.
Lalu di Kutai Kartanegara itu ada 2 pasien positif virus corona, berasal dari klaster KPU dan klaster sinode. Kemudian Bontang juga 2 pasien positif virus corona berasal dari klaster KPU dan sinode.
“Sebenarnya satu dari pasien di Bontang ini merupakan warga Kutai Timur. Terakhir dari Samarinda dengan 1 kasus positif virus corona,” sebut Andi.