TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Kasus Cuci Uang Bank Bukopin Balikpapan Disebut Terstruktur-Sistematis

Bukopin tak masalah dilaporkan polisi

Kantor Cabang Utama Bank Bukopin di Balikpapan. (IDN Times/Surya Aditya)

Balikpapan, IDN Times – Kasus pencucian uang di Bank Bukopin Balikpapan diduga kuat berlangsung secara sistematis dan terstruktur. Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Studi Kebijakan Publik (LBH Sikap) Rio Ridhayon Demo mengatakan, sangat sulit meyakini jika kasus yang telah menilap uang senilai Rp130 miliar ini dilakukan hanya dua orang.

Rio yang ditemui IDN Times di kantor LBH Sikap di Hotel Gran Senyiur, menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menangani dua korban pencucian uang di Bank Bukopin. Kedua kliennya itu bernama Asliner Suryawan Sinaga dan Zahrah Ema.

“Sinaga kerugiannya Rp970 juta. Kalau Zahrah Ema dia pas Rp1 miliar. Jadi total perkara yang saya pegang Rp1,97 miliar,” kata Rio, Rabu (26/2) siang.

1. Korban tak merasa menarik uangnya, tiba-tiba ada transaksi penarikan Rp400 juta

Rio Ridhayon Demo. (IDN Times/Surya Aditya)

Lebih lanjut, Rio menerangkan, kasus yang dialami kedua kliennya itu hampir sama dengan korban lainnya. Modusnya, korban ditawari program deposito berjudul ‘Deposito Merdeka (Depmer)’ oleh karyawan Bank Bukopin.

Zahra, sebut Rio, ikut menyetorkan uang senilai Rp400 juta ke program Depmer pada pertengahan 2016 lalu. Kemudian pada 2019, warga Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah, itu menambah lagi depositnya senilai Rp600 juta ke program yang sama.

Selama menyimpan uang di Bank Bukopin, Zahra disebut tak pernah menarik sepeser pun uangnya. Namun, meski tak pernah melakukan penarikan uang, ada transaksi penarikan uang tercatat di rekeningnya.

Hal inilah yang membuat Zahra bersama kuasa hukumnya meyakini ada kejahatan perbankan terjadi dalam kasus tersebut. “Dari rekening korannya ada transaksi penarikan tunai tabungan senilai Rp400 juta, transaksi ini tanpa ada konfirmasi ke klien saya,” terang Rio.

Baca Juga: Kepala Cabang Bank Bukopin jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang

2. Kuasa hukum korban melaporkan Bank Bukopin ke polisi

Istimewa

Rio menjelaskan, ia bersama dua kliennya telah melaporkan kasus tersebut kepada Polda Kaltim, pada Rabu (19/2) lalu. Pihak yang dilaporkan adalah Bank Bukopin Cabang Balikpapan.

Menurut Rio, kejahatan perbankan ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh Bank Bukopin. Artinya, ada banyak pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Dia pun meminta aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus ini.

“Sekarang bagaimana mungkin uang yang sudah disetorkan bisa ditarik kalau bukan ada kerja sama di dalamnnya itu. Saya bisa katakan itu karena gak mungkin dua orang ini bekerja tanpa dibantu bidang-bidang lainnya di dalamnya mereka, seperti teller bank,” ungkapnya.

Diketahui, dua orang yang disebut Rio itu adalah Kepala Cabang Bank Bukopin Karang Jati di Balikpapan Tengah, Endang Jumiat dan account officer (AO) kredit Bank Bukopin Balikpapan, Arsil Ajim. Endang dan Arsil telah ditetapkan tersangka oleh Polda Kaltim dalam kasus pencucian uang nasabah Bank Bukopin.

“Jadi yang saya laporkan Bukopinnya, bukan karyawannya. Karena Bukopin sudah melakukan ketidak hati-hatian (kelalaian) dalam sistem perbankan. Kami juga sudah punya alat buktinya, ada rekening koran dan slip setoran program deposito itu,” tegasnya.

3. Kuasa hukum korban siap mengawal kasus pencucian uang Bank Bukopin

Salah seorang nasabah melaporkan Bank Bukopin atas kasus tindak pidanan perbankan dan pencucian uang. (IDN Times/Surya Aditya)

Oleh sebab itu, lanjut Rio, pihaknya menuntut Bank Bukopin untuk mengembalikan uang yang didepositkan kliennya kepada bank swasta itu. Dia pun menyatakan siap untuk bertarung di pengadilan, baik persidangan perdata maupun pidana agar uang kliennya bisa kembali dan pelaku kejahatan perbankan bisa dihukum.

“Mau sampai kapan pun akan saya kejar itu Bukopin. Kalau nanti hasil sidang menyatakan Bank Bukopin bersalah, Bukopin pasti akan mengembalikan uang korban, karena ini menyangkut integritas bank itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Kisruh Bank Bukopin Balikpapan, Nasabah Kembali Lapor ke Polda Kaltim 

Berita Terkini Lainnya