Terkesan Seadanya, Warga Keluhkan Rehabilitasi Jembatan Kayu Sambera

Anggaran rehabilitasi mencapai Rp1 miliar lebih

Kutai Kartanegara, IDN Times – Proyek rehabilitasi Jembatan Kayu Sambera yang terletak di Desa Tanjung Limau Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) diketahui telah rampung pada Januari 2022 lalu. Jembatan yang memiliki panjang 60 meter dengan konstruksi bagian atas adalah kayu dan penyanggah besi itu menghabiskan anggaran sebesar Rp1.179.933.700,-.

Meski telah rampung, warga sekitar mengaku resah dengan hasil pekerjaan rehabilitasi jembatan kayu tersebut. Warga menilai hasil pekerjaan tidak terlaksana dengan rapi atau tidak sesuai harapan.

“Anggaran sebesar Rp1 miliar lebih masa jadinya begini? Kami harap pemerintah Kukar (Kutai Kartanegara) menindaklanjuti segera. Sebelum ada korban di sini,” kata Taufiqurahman yang merupakan aktivis Pemuda di Kecamatan Muara Badak, Minggu (27/2/2022).

1. Warga minta pemerintah dan kontraktor transparan

Terkesan Seadanya, Warga Keluhkan Rehabilitasi Jembatan Kayu SamberaJembatan Kayu Sambera di Kutai Kartanegara yang sudah rampung direhabilitasi dengan anggaran Rp1 miliar lebih (IDN Times/Nina)

Perbaikan jembatan itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2021. Jembatan Kayu Sambera yang memang mengalami kerusakan fatal sejak empat tahun belakang ini kerap menjadi keluhan warga Kecamatan Muara Badak.

Meski telah rampung di perbaiki, warga menilai kondisi jembatan hanya terlihat perubahan pada penambahan plat lantai besi baja yang berfungsi sebagai alas ban mobil atau kendaraan roda empat. Terlihat dari panjang 60 meter jembatan yang memiliki konstruksi Kayu itu, dilapisi Plat yang lebarnya tak sampai setengah meter. Plat terpasang pada titik tumpu jembatan kayu itu.

“Yang membuat kami bertanya-tanya, ini anggaran besar, lebih dari Rp1 miliar. Masa yang terlihat perubahannya cuma tambahan plat lantai untuk ban ini saja. Berapa sih plat besi ini? Belum lagi cara pemasangannya yang tidak rapi. Baru satu bulan ini platnya sudah lepasan. Kalau terkena ban kendaraan lalu bocor terus kecelakaan, siapa yang mau tanggung jawab,” ungkap Taufiq pada IDN Times.

Baca Juga: Sejarah Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur

2. Warga harap pemerintah daerah turun tangan

Terkesan Seadanya, Warga Keluhkan Rehabilitasi Jembatan Kayu SamberaJembatan Kayu Sambera di Kutai Kartanegara yang sudah rampung direhabilitasi dengan anggaran Rp1 miliar lebih (IDN Times/Nina)

Kondisi jembatan hasil rehabilitasi yang baru rampung Januari lalu itu, kini mengalami kerusakan. Hal itu membuat warga menuntut tindakan pemerintah daerah, untuk menjalankan fungsi kontrol pemerintahan dengan baik. Aktivis pemuda di Muara Badak juga akan mengajukan laporan pemeriksaan hasil proyek di Jembatan Kayu Tanjung Limau itu.

“Patut menjadi pertanyaan besar bagi kami. Apakah pemerintah hari ini sudah melakukan fungsi pengawasan sesuai tupoksinya yang ada dalam kegiatan pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut ataukah melakukan pembiaran saja? dan kami juga mempertanyakan soal Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Apakah kontraktor pelaksana pekerjaan ini sudah bekerja sesuai dengan RAB yang disepakati, baik dari konsultan perencana ataupun teknis,” terang Taufiq.

3. Jembatan Kayu Sambera sempat diperbaiki sementara

Terkesan Seadanya, Warga Keluhkan Rehabilitasi Jembatan Kayu SamberaJembatan Kayu Sambera di Kutai Kartanegara yang sudah rampung direhabilitasi dengan anggaran Rp1 miliar lebih (IDN Times/Nina)

Taufiq membeberkan, bahwa sebelum dianggaran pada tahun 2021 silam. Jembatan kayu di Desa Tanjung Limau itu sempat mendapat bantuan perbaikan dari beberapa perusahaan yang ada di Muara Badak. Atas instruksi Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, perbaikan sementara dilakukan dengan mengganti beberapa lantai kayu jembatan yang sudah keropos dan berlubang. Anggaran yang digunakan saat itu ialah anggaran hasil gotong royong perusahaan.

“Ini kalau dibilang anggaran APBD-P 2021, jembatan ini pernah diperbaiki sama beberapa perusahaan. Artinya ini yang anggaran Rp1 miliar lebih hanya plat lantai jembatan saja. Tidak masuk akal,” pungkas Taufik.

Baca Juga: Danau Semayang, Wisata yang Tak Boleh Terlewat di Kutai Kartanegara 

Topik:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya