Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes saat konferensi pers usai laga vs Bhayangkara.
Pelatih Borneo FC, Sergio Lefundes saat konferensi pers usai laga vs Bhayangkara. (IDN Times/Muhaimin)

Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda mencatatkan comeback dramatis pada laga pekan ke-20 Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (7/2/2026), Pesut Etam berhasil membalikkan keadaan dan menang 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Pada babak pertama, kedua tim tampil berhati-hati. Aliran bola lebih banyak berkutat di lini tengah, dengan minim peluang berbahaya. Borneo FC baru mencatatkan peluang berarti pada menit ke-33 lewat sepakan Kaio Nunes, namun masih mampu diamankan kiper Bhayangkara, Aqil Savik.

Menjelang turun minum, Pesut Etam mendapatkan dua peluang beruntun. Sundulan M Sihran masih bisa diblok pemain bertahan lawan, sementara peluang Marcos Astina kembali digagalkan Aqil Savik.

1. Tuan rumah unggul duluan

Pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Privat Mbarga saat menghadapi Persita Tangerang. (IDN Times/instagram: bhayangkarafc)

Gagal memaksimalkan peluang, Borneo FC justru kebobolan. Berawal dari serangan balik cepat, Bhayangkara Presisi Lampung FC memecah kebuntuan melalui aksi individu Privat Mbarga yang menuntaskan peluang dengan sepakan terukur. Tuan rumah unggul 1-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, permainan Borneo FC berubah drastis. Tim asuhan Fabio Lefundes tampil lebih rapi, agresif, dan menekan sejak menit awal. Mariano Peralta sempat mengancam pada menit ke-48, sebelum akhirnya Komang Teguh sukses menyamakan kedudukan dua menit berselang.

Laga berjalan semakin terbuka. Kedua tim silih berganti menciptakan peluang, namun belum berbuah gol hingga memasuki menit ke-60.

Momentum kebangkitan Pesut Etam akhirnya sempurna pada menit ke-76. Ikhsanul Zikrak mencatatkan namanya di papan skor lewat sontekan jarak dekat, memanfaatkan assist Kaio Nunes, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

2. Pemain Borneo bermain kreatif di babak kedua

Pelatih Borneo FC Samarinda Juan Fabio Lefundes (kanan) memberikan arahan kepada anak asuhnya Douglas Coutinho (kedua kiri) dan Mario Peralta (kiri) saat melawan Madura United FC dalam lanjutan pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/11/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengakui timnya tampil kurang maksimal di babak pertama, namun mampu bangkit usai jeda.

“Di babak pertama kami tidak bermain terlalu baik dan kebobolan di menit akhir. Di babak kedua, setelah beberapa pergantian, kami tampil lebih agresif dan kembali seperti di awal putaran pertama,” ujar Lefundes.

Pelatih berusia 53 tahun itu juga memuji semangat juang para pemainnya yang tetap tampil maksimal meski harus menempuh perjalanan panjang dari Samarinda ke Lampung.

“Meski sempat tertinggal, kami terus berusaha dan akhirnya bisa membawa pulang tiga poin,” katanya.

3. Poin penting membuntuti pemuncak klasemen

Dua pemain Borneo FC Samarinda, Ikhsan Zikrak (kiri) dan Komang Teguh (kanan), dalam sesi official training di Stadion Segiri Samarinda pada 2 Januari 2026. (Instagram.com/borneofc.id)

Hal senada disampaikan pencetak gol penentu kemenangan, Ikhsanul Zikrak. Ia menilai kerja keras seluruh tim menjadi kunci kebangkitan Pesut Etam.

“Alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin. Setelah tertinggal, kami bangkit dan bekerja keras untuk membalikkan keadaan,” ujar Ikhsan.

Kemenangan ini sangat krusial bagi Borneo FC dalam menjaga persaingan di papan atas klasemen. Dengan koleksi 46 poin, Pesut Etam terus menempel ketat Persib Bandung yang masih unggul satu angka di puncak klasemen.

Editorial Team