Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
antarafoto-borneo-fc-samarinda-menang-atas-persis-solo-1769172638.jpg
Pesepak bola Borneo FC Samarinda Juan Felipe Villa Ruiz (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Persis Solo Alfriyanto Nico Saputro (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar

Samarinda, IDN Times - Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan pentingnya kerja keras dan konsistensi tim usai mengalahkan Persis Solo pada laga putaran kedua Super League di Stadion Manahan, Jumat (23/1/2026). Kemenangan tersebut menjadi modal penting Pesut Etam untuk tetap bersaing di papan atas klasemen.

Fabio menilai performa timnya sempat menurun saat kehilangan salah satu pemain kunci, Rivaldo Enero Pakpahan. Namun, kembalinya Rivaldo berdampak positif terhadap permainan tim.

“Sejak awal musim Borneo FC tampil sangat baik dan bahkan memecahkan rekor. Saat kami kehilangan satu pemain penting, performa sedikit menurun. Sekarang dia kembali, kami meraih tiga poin, kembali ke puncak, dan itu membuat saya lebih tenang,” ujar Fabio dalam website Borneo FC.

1. Sejumlah pemain inti Borneo FC absen

Pelatih Borneo FC Samarinda Juan Fabio Lefundes (kanan) memberikan arahan kepada anak asuhnya Douglas Coutinho (kedua kiri) dan Mario Peralta (kiri) saat melawan Madura United FC dalam lanjutan pertandingan BRI Super League di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (22/11/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

Menurutnya, absennya pemain kunci sangat memengaruhi skema permainan. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi mengingat persaingan pada putaran kedua akan semakin ketat.

“Kami memulai putaran kedua dengan hasil positif. Ini tentu bagus sebagai modal, tetapi putaran kedua berbeda dengan putaran pertama. Persaingan akan jauh lebih sulit,” jelasnya.

2. Pemain baru memperkuat kedalaman permainan Borneo FC

Maskot tim Persis Solo menutup muka saat timnya kalah atas Borneo FC Samarinda pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/bar

Fabio juga menyebut periode saat ini sebagai fase krusial bagi Borneo FC. Ia masih menantikan kedatangan pemain baru untuk memperkuat kedalaman skuad.

“Pergantian pemain adalah hal yang wajar. Namun, kami harus memastikan tim tetap kompetitif. Beberapa pemain telah pergi sehingga kami perlu menyesuaikan struktur dan strategi. Kami berharap pemain incaran segera bergabung agar kami bisa terus bersaing di papan atas,” tutup Fabio.

3. Menatap laga lawan PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta vs PSBS Biak di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (29/12/2025). ( ANTARA FOTO/Kala)

Borneo FC kembali ke kandang untuk bersiap menghadapi PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 di Stadion Parikesit, Samarinda, Minggu (1/2/2026). Pesut Etam diunggulkan meraih kemenangan demi menjaga peluang dalam persaingan papan atas klasemen.

Secara di atas kertas, Borneo FC diprediksi mampu mengamankan tiga poin saat menjamu PSIM. Kemenangan menjadi krusial untuk mempertahankan tekanan terhadap para pesaing terdekat dalam perebutan posisi puncak.

Pada laga lain, rival Borneo FC, Persib Bandung dan Persija Jakarta, sama-sama menjalani pertandingan kandang masing-masing melawan Persita Tangerang dan Persis Solo. Saat ini, Borneo FC menempati peringkat kedua klasemen dengan selisih satu poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung, serta dibuntuti Persija Jakarta yang mengoleksi 38 poin dari 18 pertandingan.

Editorial Team