Hadapi PSIM di Bali, Isenmulang FC Bertekad Lanjutkan Tren Positif

Laga pekan ketujuh Isenmulang Kalteng FC melawan PSIM Yogyakarta dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada 24 Oktober 2026 tanpa penonton karena izin di Sleman tidak terbit.
Pelatih Mundari Karya menilai perpindahan venue dan jadwal padat mengganggu pemulihan pemain, tetapi hasil positif melawan Persijap dan Java United menjadi modal memburu tiga poin.
Isenmulang diminta tetap waspada meski PSIM belum menang dan Ze Valente absen akibat kartu merah, karena kedalaman skuad serta permainan lawan dinilai tetap berbahaya.
Balikpapan, IDN Times - Isenmulang Kalteng FC bersiap melakoni laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 menghadapi PSIM Yogyakarta, Sabtu (24/10/2026) pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini dipastikan berpindah lokasi ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, serta digelar tanpa kehadiran penonton.
1. Alasan pemindahan venue pertandingan

Pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya, Rabu (2/9/2026). IG_ mundarikarya_ Perubahan venue mendadak ini terjadi setelah laga yang semula dijadwalkan di Sleman tidak mendapatkan izin kepolisian. Pelatih Kepala Isenmulang FC, Mundari Karya, mengakui bahwa perubahan lokasi di tengah jadwal padat menjadi tantangan besar, terutama terkait proses pemulihan fisik (recovery) para pemain.
"Pertama soal recovery, jarak pertandingan sangat singkat dan kami tidak bermain di home base. Perubahan venue ke Bali ini menjadi kendala karena memotong waktu istirahat kami," ujar Mundari Karya dalam sesi konferensi pers pra-pertandingan dikutip dari Ileague.
2. Siap bawa hasil positif lawan PSIM

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam. (Instagram.com/bhayangkarafc).. Meskipun terkendala masalah logistik dan kelelahan, grafik penampilan positif di beberapa laga terakhir menjadi bahan bakar Isenmulang FC untuk tetap mengincar poin penuh.
Mundari mewanti-wanti anak asuhnya agar tidak jemawa dan tetap fokus, meski calon lawannya itu sedang mengalami tren negatif dan belum pernah memetik kemenangan musim ini.
"Hasil laga melawan Persijap dan Java United menjadi modal berharga kami. Pemain harus tetap fokus dan tidak boleh menganggap remeh PSIM. Secara permainan mereka bagus, hanya belum dinaungi keberuntungan," tegas Mundari.
Ia juga mencontohkan performa gigih Laskar Mataram—julukan PSIM—yang tetap tampil solid saat bermain dengan 10 pemain pada laga melawan Bhayangkara FC lalu.
3. Absennya Ze Valente dianggap tidak pengaruhi performa tim

Pesepak bola PSIM Yogyakarta, Jose Pedro Ze Valente (kanan), melakukan selebrasi seusai berhasil menjebol gawang Persijap Jepara pada laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Sultan Agung, Bantul, D.I Yogyakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/bar Mengenai absennya gelandang asing andalan PSIM, Ze Valente, akibat hukuman kartu merah, Mundari menilai hal tersebut tidak otomatis menguntungkan timnya. Menurutnya, kedalaman skuad PSIM tetap berbahaya dan wajib diwaspadai.
"Tidak adanya Ze Valente saya rasa tidak mengurangi kekuatan mereka secara signifikan. PSIM punya banyak pemain berkualitas yang siap menggantikan posisinya. Yang terpenting, kami harus bekerja keras dan fokus penuh untuk mengamankan tiga poin," tutupnya.

















