Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tekanan Meningkat! Borneo FC Menyambut Lima Laga Final Menuju Juara
Pesepak bola Borneo FC Samarinda Kaio Nunes Ferreira (kanan) berusaha melewati adangan penjaga gawang Semen Padang FC Arthur Augusto Da Silva (kiri) dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (25/4/2026). ANTARA FOTO/Taufiq Septiawan/mrh/nym.

Samarinda, IDN Times - Bagi Borneo FC Samarinda, sisa kompetisi BRI Super League 2025/26 bukan lagi sekadar rangkaian pertandingan biasa. Lima laga tersisa kini berubah menjadi penentu nasib tim Pesut Etam dalam perburuan gelar juara.

Kemenangan meyakinkan atas Semen Padang FC pada pekan ke-29 di Stadion Segiri Samarinda membuka peluang besar bagi Borneo FC untuk terus bersaing di papan atas. Namun, tantangan sesungguhnya justru baru dimulai.

Pemain asing Borneo FC, Mariano Peralta, mengakui tekanan yang dihadapi tim semakin meningkat, meski berhasil meraih hasil positif.

“Sebelum pertandingan, banyak yang mengira kami akan menang mudah. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Yang terpenting, kami bisa menyamai poin Persib di puncak klasemen,” ujarnya dikutip dari Ileague.id usai laga.

1. Mariano Peralta memandang penting 5 laga sisa

Pesepak bola PSM Makassar Gledson Paixao (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Peralta (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/4/2026). ANTARA FOTO/Hasrul Said/bar

Peralta menegaskan, lima pertandingan tersisa harus diperlakukan layaknya partai final yang menuntut fokus penuh dari seluruh pemain.

“Sekarang kami punya lima final di depan. Kami ingin terus menjaga peluang untuk menjadi juara,” katanya.

Selain membawa tim bersaing di papan atas, Peralta juga berpeluang mencatatkan prestasi individu. Saat ini, ia menempati posisi ketiga dalam daftar top skor sementara dengan koleksi 15 gol, serta memimpin daftar assist terbanyak dengan 12 assist.

2. Kontribusi seluruh tim Borneo FC

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Peralta (kanan) membawa bola saat melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persib Bandung dalam lanjutan Indonesia Super League 2025/2026 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (15/3/2026). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wpa.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh tim, termasuk lini pertahanan.

“Saya merasa sangat baik, tapi ini semua hasil kerja tim. Seperti Nadeo yang sering menyelamatkan kami di belakang, itu membuat kami bisa lebih leluasa menyerang,” tambahnya.

Menurutnya, keseimbangan antara lini belakang dan lini depan menjadi kunci konsistensi permainan Borneo FC sepanjang musim ini. Solidnya pertahanan memberi ruang bagi lini serang untuk berkembang dan menciptakan peluang.

3. Borneo FC berada di jalur persaingan ketat

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Villa Ruiz (kanan) bersama rekannya Mohammad Anez (kiri) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU

Dengan kondisi fisik yang terjaga dan mental yang semakin matang, Borneo FC kini berada di jalur persaingan yang tepat. Namun, di tengah ketatnya kompetisi, setiap detail kecil dapat menjadi penentu hasil akhir.

Lima laga tersisa bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang daya tahan, konsistensi, serta keyakinan dalam menghadapi tekanan di momen krusial.

Selanjutnya, Borneo FC dijadwalkan menjalani laga tandang pada pekan ke-30 dengan menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (28/4/2026).

Editorial Team