Ilustrasi Raja Mulawarman. (Sumber: kelasips.co.id)
Seperti halnya kerajaan-kerajaan di muara sungai, Kutai juga memiliki pelabuhan yang ramai dengan para pedagang yang berasal dari pelbagai suku bangsa. Orang-orang Cina, India, dan Bugis kerap menjadikan Kutai sebagai pangkalan tempat memperdagangkan pelbagai komoditas setidaknya sejak abad ke-10.
Berdasarkan fakta ini, beberapa sejarawan menduga Islam telah masuk ke lingkungan Kutai jauh sebelum masa Raja Mahkota. Bahkan, raja ketiga Kutai Kartanegara yang bernama Maharaja Sultan jelas menandakan pengaruh Islam. Penguasa ini memerintah pada periode 1370-1420.
Lepas dari perdebatan siapakah penguasa Kutai pertama yang bersyahadat, dakwah Islam berkembang pesat sejak era Raja Mahkota. Begitu menjadi muslim, dia memerintahkan pembangunan masjid sebagai pusat penyebaran Islam di Kutai. Dia mendidik putranya, Aji Batara Agung Paduka Nirta, untuk menjadi pengikut Islam yang taat.
Sejak 1620, Kerajaan Kutai Kartanegara berada di bawah kendali Kesultanan Makassar. Saat itu, Makassar merupakan saingan Kerajaan Banjar.