Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Trotoar di Pontianak ditata rapi.
Trotoar di Pontianak ditata rapi. (IDN Times/istimewa).

Provinsi Kalimantan Barat dikenal sebagai wilayah multietnis yang kerap disebut sebagai miniatur Indonesia setelah DKI Jakarta. Keberagaman suku seperti Melayu, Tionghoa, Dayak, Bugis, Jawa, Banjar, dan lainnya hidup berdampingan dalam suasana harmonis dan penuh toleransi.

Ibu kota provinsi, Kota Pontianak, yang terletak tepat di garis Khatulistiwa, memiliki kalender budaya yang kaya dengan berbagai festival dan tradisi yang digelar sepanjang tahun. Beragam kegiatan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat.

Berikut sejumlah festival dan tradisi populer yang rutin digelar di Pontianak:

1. Festival Cap Go Meh

suasana salah satu sudut Kota Singkawang saat Imlek & Cap Go Meh (instagram.com/festivalcapgomehsingkawang)

Kota Pontianak memiliki populasi etnis Tionghoa yang cukup besar, meskipun perayaan Cap Go Meh di kota ini tidak semeriah Singkawang. Festival Cap Go Meh biasanya berlangsung selama 15 hari setelah Tahun Baru Imlek dan mencapai puncaknya pada malam bulan purnama pertama.

Perayaan ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pawai naga dan barongsai, bazar kuliner, lomba seni, hingga prosesi bakar naga. Festival Cap Go Meh menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan lintas etnis di Kalimantan Barat.

2. Tradisi Meriam Karbit menjelang lebaran

Permainan meriam karbit. (IDN Times/Teri),

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Melayu di Pontianak memiliki tradisi khas, yaitu meriam karbit. Tradisi ini menggunakan meriam berbahan dasar kayu atau logam yang menghasilkan suara keras menyerupai meriam.

Di Pontianak, kegiatan meriam karbit biasanya berlangsung di sepanjang tepian Sungai Kapuas dan dilaksanakan beberapa hari sebelum hingga setelah Idul Fitri. Tradisi ini menjadi atraksi budaya yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

3. Pekan Gawai Dayak

Pekan Gawai Dayak Pontianak berpotensi masuk kalender event nasional. (IDN Times/Teri).

Gawai Dayak merupakan perayaan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen. Selain sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Dayak, termasuk hubungan manusia dengan alam, leluhur, dan kehidupan sosial.

Di Kota Pontianak, Pekan Gawai Dayak biasanya digelar setiap 20 Mei di Rumah Radakng, rumah adat Dayak terbesar di Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi pawai budaya, bazar UMKM, lomba tradisional, serta pertunjukan seni dan musik.

4. Hari tanpa bayangan

Pesona Kulminasi Matahari. (IDN Times/Prokopim).

Karena berada tepat di garis Khatulistiwa, Pontianak memiliki fenomena alam unik berupa kulminasi matahari atau titik zenit, yakni saat matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda hampir tidak terlihat.

Peristiwa ini biasanya diperingati melalui kegiatan edukatif dan wisata di kawasan Tugu Khatulistiwa pada Maret dan September setiap tahunnya. Pengunjung dapat menyaksikan fenomena ilmiah sekaligus mengikuti berbagai kegiatan budaya.

5. Festival Kirab Budaya Pontianak

Peta rasa Kota Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Kirab budaya menjadi salah satu agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pontianak. Kegiatan ini menampilkan parade berbagai suku dan etnis dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.

Masuknya Kirab Budaya dalam kalender pariwisata daerah diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Pontianak.

Beragam festival tersebut menunjukkan bahwa Pontianak bukan hanya kota yang unik secara geografis, tetapi juga kaya akan tradisi dan budaya. Dengan banyaknya agenda budaya sepanjang tahun, Pontianak menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal keberagaman Indonesia dalam satu wilayah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team