Melihat beruang madu ini sebaiknya waktu jam makan mereka yaitu jam 09.00 atau jam 15.00. Pengunjung mesti menyusuri jembatan kayu untuk mengamati beruang madu dari atas.
Tepat pukul 15.00 pintu enklosur ini dibuka. Sebelum masuk ke kandang raksasa ini pengunjung diberikan pengarahan. Pengunjung dilarang berisik atau membuat suara keras karena beruang madu sensitif terhadap suara, dilarang memanggil-manggil beruang madu, atau memotret menggunakan lampu flash.
Menurut seorang pemandu di Pusat Beruang Madu ini, Fandi, "Di sini beruang madu ada 6 ekor, 4 dewasa, dan 2 anak-anak. 3 jantan 1 betina. Beruang tertua Anna dan Haris 24 tahun, Batik 20 th, Bedu 11 tahun, Pedru 5 tahun, dan Chan 3,5 tahun," katanya.
Beruang di sini bukan hasil perkembangbiakan melainkan beruang-beruang sitaan dari perdagangan satwa dan pemeliharaan secara ilegal oleh warga.
Pusat Beruang Madu ini merupakan rumah baru bagi mereka dan dibuka pada tahun 2008. Beruang madu sendiri, telah menjadi satwa yang dilindungi di Indonesia sejak tahun 1973.