Pada akhirnya, taktik yang dilakukan Belanda untuk memecah Kesultanan Berau berhasil dan membuat Kesultanan Berau terpecah belah menjadi dua kerajaan baru, yakni Kesultanan Simbaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Dengan demikian berakhirlah masa kekuasaan Kesultanan Berau di wilayah Kalimantan Timur.
Meskipun begitu, sisa-sisa peninggalan sejarah Kesultanan Berau masih lah tetap terjaga sampai kini. Seperti Keraton Sambaliung, tempat tinggal keluarga keturunan anak dari Raja Aji Dilayas dan istri pertamanya.
Kini Keraton ini menjadi cagar budaya di Kabupaten Berau. Di dalamnya terdapat hasil peninggalan sejarah berupa tugu prasasti.
Menariknya, dalam kompleks keraton ini ada buaya yang diawetkan sepanjang 4 meter. Buaya tersebut diletakkan di dalam kotak kaca bagian luar keraton.
Selain itu, masih terjaga pula Keraton Gunung Tabur, tempat tinggal keluarga dari keturunan Pangeran Dipati atau anak dari Raja Aji Dilayas dan istri keduanya.
Keraton Gunung Tabur menjadi cagar budaya Kabupaten Berau. Keraton ini lebih dikenal dengan nama Museum Gunung Tabur. Di dalamnya terdapat berbagai barang peninggalan sejarah yang pernah digunakan oleh keluarga Kesultanan Gunung Tabur.