Proses pembuatan meriam karbit di Pontianak Kalbar. Foto istimewa
Hendra menjelaskan, rotan memiliki kekuatan yang baik serta elastis. Sehingga ketika meriam disulut, balok kayu tidak mudah pecah. Karena, selain suaranya yang menggelegar bahkan sampai ke luar Kota Pontianak, tekanan atau getaran saat meriam ini disulut juga kuat.
"Tahun ini, ada lima meriam berbahan kayu jenis mabang kami siapkan untuk memeriahkan malam menjelang Idulfitri," terangnya.
Untuk mengikat lima meriam ini, kata Hendra, dibutuhkan sekitar 600 kilogram rotan. Sulitnya mendapat rotan menjadi kendala bagi kelompok meriam karbit.
"Sekarang sulit cari rotan. Di pasaran harganya cukup tinggi, Rp3.500 per kilogram. Tapi tak masalah, yang penting tahun ini meriam kami menyala," katanya.
Sementara itu, kata Hendra, kelompoknya mempersiapkan sekira 100 kilogram karbit untuk menyemarakkan malam Idulfitri.
"Tanpa meriam, bagi warga di sini yang sudah memainkan meriam karbit dari turun temurun, kalau tidak ada meriam tidak semangat. Dan ini merupakan usaha kami dalam melestarikan tradisi dan budaya meriam di Kota Pontianak," tuturnya.