Perayaan Tahun Baru Seoall di Korea yang Sarat Makna Budaya

Balikpapan, IDN Times - Selama ini, kita mungkin lebih akrab dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Namun, di hari yang sama, Korea Selatan juga merayakan Tahun Baru Korea atau yang dikenal dengan Seollal. Perayaan ini merupakan salah satu hari libur nasional terbesar di Negeri Ginseng, setelah Chuseok. Seollal menjadi momen penting bagi masyarakat Korea Selatan untuk merayakan tradisi dan berkumpul bersama keluarga.
Pada perayaan Seollal, masyarakat Korea Selatan biasanya menikmati waktu libur dengan melakukan berbagai kegiatan adat tradisional, menyantap hidangan khas, hingga bermain permainan tradisional. Bahkan, beberapa acara televisi sering kali menunda penayangan episode terbaru untuk menyambut hari besar ini. Mari kita simak fakta-fakta menarik tentang perayaan Seollal di Korea Selatan.
1. Hari libur umum

Seollal di Korea Selatan ditetapkan sebagai libur nasional selama tiga hari, meliputi sehari sebelum Seollal, hari Seollal, dan sehari setelahnya. Tahun ini, libur Seollal dimulai pada Minggu, 24 Januari 2024, sesuai dengan Undang-Undang Perluasan Hari Libur Transfer Korea, yang memungkinkan hari libur bergeser ke hari kerja berikutnya.
2. Menjadi hari paling sibuk dalam setahun di Korea Selatan

Seperti halnya tradisi mudik saat Lebaran di Indonesia, pada perayaan Seollal, masyarakat Korea Selatan berbondong-bondong pulang ke kampung halaman. Mereka memanfaatkan momen ini untuk berkumpul dengan keluarga dan membawa berbagai hadiah. Meskipun banyak toko dan restoran tutup, hari Seollal tetap menjadi salah satu hari tersibuk sepanjang tahun di Korea Selatan.
Menurut data Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea pada 2016, diperkirakan ada sekitar 36 juta orang yang melakukan perjalanan selama Seollal, setara dengan 70 persen populasi saat itu.
3. Kepercayaan dan kebiasaan unik

Ada sejumlah tradisi yang masih dilakukan pada perayaan Seollal, tergantung wilayah dan kepercayaan leluhur. Salah satu tradisi unik adalah menyembunyikan sepatu sebelum malam Seollal. Menurut kepercayaan, hantu akan datang pada malam Seollal dan mencuri sepatu yang cocok. Jika sepatu hilang, dipercaya pemiliknya akan mendapat nasib buruk selama setahun. Oleh karena itu, banyak orang menyembunyikan sepatu mereka.
Selain itu, masyarakat Korea juga membeli Bokjori, saringan bambu untuk mencuci beras, yang digantung di halaman rumah untuk mendatangkan keberuntungan. Mereka juga percaya bahwa leluhur mereka datang merayakan Seollal, sehingga disiapkan perjamuan khusus sebagai bentuk penghormatan.
Pada hari Seollal, orang Korea mengenakan hanbok tradisional, saling bertukar hadiah, dan para orang tua memberikan uang kepada yang lebih muda, terutama mereka yang belum menikah.
4. Memakan hidangan tradisional tteokguk

Makanan tradisional menjadi bagian penting dari perayaan Seollal. Masyarakat Korea menikmati berbagai hidangan seperti japchae, jeon, dan yang paling istimewa adalah tteokguk. Tteokguk adalah sup yang terbuat dari irisan kue beras yang disajikan dalam kaldu daging sapi dengan tambahan bawang daun, telur, dan daging.
Kue beras dalam tteokguk berbentuk oval tipis, menyerupai yeopjeon, mata uang kuno Korea, yang dipercaya dapat mendatangkan kekayaan dan keberuntungan. Kuah beningnya melambangkan awal tahun yang bersih. Uniknya, masyarakat Korea percaya bahwa dengan memakan tteokguk, usia mereka bertambah satu tahun.
5. Bermain permainan tradisional

Selain berkumpul dan menyantap hidangan khas, Seollal juga diisi dengan permainan tradisional. Beberapa di antaranya adalah permainan kartu Go-Stop dan Yutnori. Go-Stop dimainkan dengan 48 kartu tradisional Korea, sementara Yutnori adalah permainan papan yang lebih tua dan dimainkan dengan empat tongkat kayu.
Momen perayaan Tahun Baru, yang sering disebut Imlek di berbagai negara, memang memiliki nama dan budaya yang berbeda-beda, meskipun berlangsung pada waktu yang sama. Upaya masyarakat Korea dalam menjaga tradisi leluhur di tengah pengaruh budaya modern adalah hal yang patut dicontoh.