Keluarga Kerajaan Bajeng memakai baju adat memimpin upacara memperingati Kemerdekaan RI di Kawasan Balla Lompoa Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (14/8/2020). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Dibalik nama Samarinda, ada kisah dibaliknya. Perlu diketahui bahwa Samarinda dulunya merupakan wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Namun, ketika terjadi pecah perang Gowa, Pasukan Belanda yang saat itu dipimpin Laksamana Speelman menyerang Makassar dari laut. Sementara Arung Palakka mendapat bantuan dari Belanda karena ingin melepaskan Bone dari penjajahan Raja Gowa yang ingin menyerang melalui daratan.
Kerajaan Gowa akhirnya dapat dikalahkan dan Raja Gowa terpaksa harus menandatangani perjanjian yang dikenal sebagai Bungawa pada tanggal 18 November 1667.
Namun, sebagian orang dari Kerajaan Gowa masih tidak mau tunduk terhadap isi perjanjian tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan secara gerilya melawan Belanda. Selanjutnya mereka hijrah ke pulau-pulau lain. Mereka adalah rombongan di bawah pimpinan La Mohang Daeng Mangkona.