Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Pasar Properti Balikpapan Lesu, KPR Tumbuh Melambat

WhatsApp Image 2025-08-28 at 15.38.45.jpeg
Harga properti residensial di Balikpapan mulai mengalami perlambatan pada triwulan II-2025 . (IDN Times/Erik Alfian)

Balikpapan, IDN Times – Harga properti residensial di Balikpapan mulai mengalami perlambatan pada triwulan II-2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang hanya naik 0,96 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 1,31 persen (yoy).

Perlambatan ini dipengaruhi oleh turunnya harga rumah tipe menengah dan kecil, serta penurunan penjualan residensial sebesar 11 persen dibandingkan triwulan I-2025. Kondisi tersebut sejalan dengan permintaan pasar yang kembali normal usai lonjakan permintaan tahun lalu yang didorong oleh masifnya pembangunan dan ekspektasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut kondisi ini membuat developer lebih fokus menjual rumah tipe menengah dan kecil. “Strategi ini ditempuh untuk mendorong penjualan, sejalan dengan melambatnya harga pada dua tipe tersebut,” ujarnya dalam siaran pers.

1. Harga rumah kecil dan menengah melambat

WhatsApp Image 2025-08-28 at 15.38.46.jpeg
Kawasan perumahan di Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. (IDN Times/Erik Alfian)

Pada triwulan II-2025, harga rumah tipe menengah hanya tumbuh 0,42 persen (yoy), sementara rumah tipe kecil naik 0,38 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh 1,00 persen (yoy) dan 1,59 persen (yoy).

Penjualan residensial pun ikut tertekan dengan penurunan 11 persen. Perlambatan ini juga berdampak pada Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), yang hanya tumbuh 7,14 persen, lebih rendah dari 9,01 persen pada triwulan I-2025.

2. Rumah besar naik harga tapi penjualan turun

IMG_3396.JPG
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi. (Dok. Humas Kpw Bank Indonesia Balikpapan)

Berbeda dengan tipe kecil dan menengah, harga rumah besar justru naik signifikan pada triwulan II-2025, yaitu 2,07 persen (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 1,34 persen.

Namun, penjualan rumah tipe besar justru turun 25 persen dibandingkan triwulan I-2025. Menurunnya minat beli menjadi penyebab utama pelemahan penjualan segmen ini.

3. Mayoritas pembelian lewat KPR

ilustrasi KPR (vecteezy.com/Lumpang Moonmuang)
ilustrasi KPR (vecteezy.com/Lumpang Moonmuang)

Dari sisi pangsa penjualan, rumah tipe menengah menjadi yang paling banyak terjual pada triwulan II-2025, menggantikan dominasi rumah tipe kecil pada periode sebelumnya. Hal ini juga didorong oleh munculnya beberapa cluster rumah tipe menengah baru yang ditawarkan ke pasar.

Sebanyak 89 persen transaksi dilakukan dengan skema KPR, meningkat dari 84 persen pada triwulan I-2025. Sisanya, 8 persen dengan cash bertahap dan 3 persen cash keras.

Robi menambahkan, BI terus memperkuat implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong kredit di sektor prioritas.

“Ke depan, kebijakan KLM akan terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor real estate,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us