Terbakar Dini Hari, Ini 3 Fakta Terkini Kebakaran di SMAN 1 Toho Mempawah

- Kebakaran melanda SMA Negeri 1 Toho di Mempawah pada Kamis dini hari, menghanguskan area perkantoran namun tidak menimbulkan korban jiwa.
- Bangunan lama tahun 1998 dengan material kayu diduga terbakar akibat korsleting listrik, menyebabkan ruang guru dan administrasi rusak parah.
- Dinas Pendidikan Kalbar menyesuaikan kegiatan belajar sementara dari rumah dan merencanakan perbaikan gedung bersama BPMP serta Direktorat SMA.
Mempawah, IDN Times - Kebakaran melanda gedung SMA Negeri 1 Toho di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (19/3/2026) pukul 01.10 WIB.
Peristiwa ini menghanguskan sebagian bangunan sekolah, khususnya area perkantoran, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi pascakebakaran.
Dia menyampaikan bahwa api telah berhasil dipadamkan dan tidak menjalar ke ruang kelas siswa., IDN Times - Kebakaran melanda gedung SMA Negeri 1 Toho di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Kamis (19/3/2026) dini hari.
1. Yang terbakar adalah bangunan sejak tahun 1998

Area yang terdampak meliputi ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta ruang bimbingan konseling, sementara ruang belajar tetap aman.
Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan ini diperkuat oleh keterangan pihak sekolah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik akibat penambahan daya.
“Selain itu, bangunan yang terbakar merupakan bangunan lama sejak 1998 dengan material dominan kayu dan berisi banyak dokumen serta buku, sehingga api dengan cepat membesar,” ucapnya.
2. Kebakaran terjadi dini hari

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. Saksi pertama, Budi Trio Agusta, awalnya sedang memeriksa listrik di rumahnya yang padam ketika mendengar suara letusan dari arah sekolah. Dia kemudian melihat kepulan asap dan cahaya api, disertai teriakan warga yang meminta bantuan.
Bersama warga lainnya, dia berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.
“Unit pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 02.30 WIB dan berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 04.40 WIB,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan, antara lain ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang bimbingan konseling, ruang tata usaha, serta gudang. Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
3. Penyesuaian kegiatan belajar

Pasca kebakaran, Dinas Pendidikan akan melakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Untuk sementara, siswa kelas X dan XI akan menjalani pembelajaran dari rumah pada minggu pertama.
“Setelah siswa kelas XII menyelesaikan ujian, kegiatan belajar bagi kelas X dan XI akan kembali berjalan normal di sekolah,” ucapnya.
Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat juga akan mengupayakan perbaikan gedung yang terdampak.
Proses ini akan melibatkan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi dan koordinasi dengan Direktorat SMA untuk pengusulan revitalisasi darurat. Pengajuan perbaikan direncanakan dilakukan setelah libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.
Sementara itu, penanganan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Toho, Polres Mempawah.


















