Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
39 Satwa Liar di Kaltim Diselamatkan dari Karhutla dan Kekeringan
Tiga orangutan hasil rehabilitasi akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan hutan Kalimantan Timur, Rabu (24/6/2026). BKSDA Kaltim
  • BKSDA Kalimantan Timur menyelamatkan 39 satwa liar terdampak kekeringan dan karhutla selama Agustus-September 2026, melalui 30 kegiatan bersama mitra konservasi.
  • Penanganan berlangsung di tujuh daerah, mencakup 19 orangutan serta satwa lain; metode rehabilitasi, translokasi, evakuasi, dan penitipan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
  • Sebelas orangutan dievakuasi dari KHDTK Samboja akibat kabut asap. BKSDA membuka call center 0821-1333-8181 bagi warga yang menemukan satwa liar membutuhkan pertolongan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur menyelamatkan 39 individu satwa liar yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Agustus-September 2026.

Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto mengatakan upaya penyelamatan dilakukan secara intensif bersama mitra konservasi melalui 30 laporan kegiatan.

"Upaya penanganan terpadu ini dijalankan secara intensif oleh tim BKSDA Kaltim bersama mitra konservasi melalui tiga puluh laporan kegiatan," ujar Ari dilaporkan Antara di Samarinda, Selasa (6/10/2026).

Penanganan satwa dilakukan di tujuh daerah, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Berau, Bontang, dan Paser.

1. Penanganan satwa orang utan di Kaltim

Proses evakuasi satwa orang utan yang berkeliaran di jalanan tambang Kutai Timur. Foto BKSDA Kaltim

Dari 39 satwa yang diselamatkan, sebanyak 19 merupakan orang utan Kalimantan. Selain itu terdapat enam trenggiling, lima kukang, tiga lutung kelabu, dan dua elang.

Tim juga mengevakuasi masing-masing satu individu beruang madu, bekantan, tarsius, dan lutung merah yang terdampak kerusakan vegetasi habitat.

Penanganan terhadap satwa disesuaikan dengan kondisi masing-masing melalui rehabilitasi, translokasi, evakuasi, maupun penitipan.

"Proses rehabilitasi dilakukan pada fasilitas khusus PRO COP, PRS CAN Borneo, serta PRO BOSF Samboja Lestari guna memulihkan fisik satwa," kata Ari.

2. Translokasi satwa yang terancam

Orang utan yang ditemukan dalam kondisi kurang gizi di Kutai Kartangara. Foto BKSDA Kaltim

Sementara itu, satwa yang menjalani pelepasliaran atau translokasi diarahkan ke kawasan yang dinilai aman, seperti Cagar Alam Muara Kaman Sedulang dan Hutan Lindung Batu Mesangat.

Khusus orang utan, Wildlife Rescue Unit BKSDA Kaltim juga mengevakuasi 11 individu dari kawasan Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang di KHDTK Samboja.

"Evakuasi sebelas orang utan menuju kandang karantina Kilometer 38 dilakukan guna menghindarkan primata langka dari paparan pekat kabut asap karhutla," ujarnya.

3. Call centre penyelamatan satwa liar

BKSDA Kalimantan Timur membuat kubangan air untuk satwa di kawasan konservasi di September 2026. Foto BKSDA Kaltim

BKSDA Kaltim juga membuka layanan call center penyelamatan satwa liar melalui nomor 0821-1333-8181 untuk mempercepat penanganan satwa yang membutuhkan pertolongan.

Ari mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan satwa liar yang membutuhkan pertolongan medis.

"Masyarakat yang menemukan satwa liar membutuhkan pertolongan medis diimbau segera melapor melalui saluran siaga panggilan resmi BKSDA," tutupnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article