Ada Ikatan Sejarah, Belanda Jajaki Kerja Sama Lingkungan dengan Banjarbaru

Pemkot Banjarbaru membuka peluang kerja sama dengan Kerajaan Belanda untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan menangani isu lingkungan melalui komunikasi yang lebih erat.
Banjarbaru menyoroti karhutla, mitigasi banjir, dan tata kelola sampah; Belanda siap mendorong kemitraan strategis pada manajemen lingkungan hidup serta pengelolaan air.
Kunjungan Wakil Duta Besar Belanda mencakup peninjauan Balai Kota peninggalan kolonial, sekaligus membuka peluang kolaborasi pelestarian cagar budaya dan isu lingkungan.
Take a Deeper Reads

Banjarbaru, IDN Times - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda untuk menangani sejumlah persoalan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyampaikan peluang kolaborasi itu saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda Adriaan Palm di Rumah Dinas Wali Kota Banjarbaru, Selasa (6/10/2026).
“Pertemuan menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membuka komunikasi dan peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarbaru dengan Pemerintah Kerajaan Belanda,” ujar Lisa dilaporkan Antara.
1. Gambaran umum Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan
Menteri Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat usai meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, (24/8/2026). (Dok. KLH) Dalam pertemuan tersebut, Lisa memaparkan gambaran umum Kota Banjarbaru, mulai dari sejarah berdirinya kota, arah kebijakan pembangunan jangka panjang hingga sejumlah program prioritas pemerintah daerah.
Menurut Lisa, di tengah berbagai potensi dan capaian pembangunan, Banjarbaru masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, terutama terkait lingkungan dan kebencanaan.
“Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain kebakaran hutan dan lahan, mitigasi bencana banjir serta tata kelola sampah. Semuanya sudah ditangani sesuai prosedur,” katanya.
Lisa mengatakan Pemkot Banjarbaru terus memperkuat penanganan persoalan tersebut melalui inovasi dan sinergi lintas sektor agar dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Ia berharap kunjungan Wakil Duta Besar Belanda tidak berhenti pada pertemuan diplomasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi pembangunan Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
2. Sambutan positif dari Kedutaan Besar Belanda

Karhutla di Desa Pengalaman Kec Marapura Barat Kabupaten Banjar, Jumat (21/8/2026). Foto KLHK Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda Adriaan Palm mengapresiasi keterbukaan Pemkot Banjarbaru serta sambutan yang diberikan jajaran pemerintah daerah. Ia berharap hubungan kedua pihak ke depan semakin erat.
“Kami akan berupaya mendorong terwujudnya kemitraan strategis antara kedua pihak, khususnya dalam bidang manajemen lingkungan hidup dan tata kelola air. Kami ikut prihatin atas bencana karhutla yang melanda wilayah Banjarbaru,” ujar Adriaan.
Usai pertemuan, Adriaan bersama rombongan meninjau Balai Kota Banjarbaru yang merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda dan hingga kini masih digunakan sebagai pusat pemerintahan.
3. Bangunan kuno zaman kolonial Belanda

Potret Samarinda pada masa penjajahan Belanda 1930, kawasan Samarinda sudah ramai. Lokasi potret tersebut berada di kawasan Jalan Yos Sudarso (digitalcollections.universiteitleiden.nl/KITLV Leiden) Adriaan tampak mengamati karakteristik arsitektur bangunan bersejarah yang berada di Jalan Panglima Batur Nomor 1 Banjarbaru tersebut. Bangunan itu dirancang Van Der Pijl, arsitek yang turut merancang Kota Banjarbaru.
Adriaan mengatakan kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan peluang kolaborasi, termasuk dalam pelestarian cagar budaya serta penanganan isu lingkungan yang menjadi perhatian bersama.
“Bagi kami pribadi, kunjungan ke Banjarbaru memiliki makna khusus karena ada ikatan sejarah keluarga dengan kota itu mengingat kakek dan nenek buyutnya memiliki akar sejarah di Banjarbaru,” katanya.






















