Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean BBM Ketapang Dikeluhkan, Pertamina Blokir QR Penyalahguna
Antrean BBM hingga masuk gang. (IDN Times/istimewa).
  • Pertamina meminta maaf atas antrean panjang BBM di Ketapang dan memperkuat pasokan dari Terminal Pontianak serta Fuel Terminal Pangkalan Bun.

  • Stok Pertamax di Jobber Ketapang kosong, sementara pasokan darat dari Pontianak terbatas; kuota BBM daerah disebut mencukupi dan naik sekitar 1,5 persen.

  • Pembelian Pertalite dibatasi maksimal 3 liter untuk motor dan 20 liter untuk mobil; Pertamina memblokir QR kendaraan terindikasi menyalahgunakan pembelian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketapang, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) atas antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina memperkuat pasokan BBM dari terminal pendukung, mengatur pelayanan di SPBU, serta memperketat pengawasan guna mencegah penyalahgunaan distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengakui antrean yang terjadi membuat masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan bahan bakar bagi kebutuhan sehari-hari.

“Kami memahami bahwa masyarakat membutuhkan BBM untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujar Edi, Rabu (14/10/2026).

1. Pertamina optimalkan pasokan BBM

Antrean BBM mengular di Ketapang. (IDN Times/istimewa).

Sebagai langkah penanganan, Pertamina mengoptimalkan pasokan BBM melalui dukungan Integrated Terminal Pontianak dan Fuel Terminal Pangkalan Bun. Koordinasi juga diperkuat bersama pengelola SPBU dan pemerintah daerah agar distribusi berjalan lebih tertib dan kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara merata.

Langkah ini dilakukan di tengah persoalan pasokan BBM yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi bersama Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.

Dalam rapat tersebut, Pertamina menjelaskan stok Pertamax di Jobber Ketapang sedang kosong, sementara pasokan dari Pontianak melalui jalur darat masih terbatas.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Ketapang meminta Pertamina memastikan penyaluran Pertalite dari Jobber ke SPBU tetap sesuai kuota yang ditetapkan, tanpa pengurangan.

Alex juga menyebut kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang telah dikonfirmasi mencukupi, bahkan mengalami penambahan sekitar 1,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Kami meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi agar penyaluran BBM tidak menimbulkan persoalan berkepanjangan di masyarakat,” sebut Alex.

2. Pembelian Pertalite diatur, Pertashop dioptimalkan

Antrean BBM di SPBU Ketapang mengular. (IDN Times/istimewa).

Untuk memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan BBM di tengah tingginya permintaan, Pertamina menerapkan pengaturan volume pembelian Pertalite, yakni maksimal 3 liter untuk kendaraan roda dua dan 20 liter untuk kendaraan roda empat.

Pengaturan ini ditujukan agar lebih banyak konsumen memperoleh BBM dan antrean di SPBU dapat dikendalikan.

Pertamina juga mengoptimalkan peran Pertashop sebagai alternatif tempat pembelian BBM nonsubsidi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan konsumen di SPBU, sekaligus mendukung pemerataan pelayanan.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) sebelumnya membahas opsi penyaluran Pertamax melalui Pertashop dan pengecer dengan harga yang wajar.

Bupati Ketapang meminta opsi tersebut dijalankan dengan pengawasan agar masyarakat tetap memperoleh akses BBM tanpa dimanfaatkan oleh pihak yang mencari keuntungan berlebihan.

3. Pertamina perketat pengawasan, penimbunan jadi sorotan

Antrean BBM di Ketapang. (IDN Times/istimewa).

Selain memperkuat pasokan dan mengatur pelayanan, Pertamina meningkatkan pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM. Koordinasi dilakukan bersama Polres setempat untuk menindaklanjuti indikasi penimbunan.

Pertamina juga melakukan pemblokiran QR Code kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan mekanisme pembelian atau melakukan pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan.

“Kami tidak menoleransi penyalahgunaan penyaluran BBM yang merugikan masyarakat. Pengawasan kami perkuat agar pelayanan dapat menjangkau konsumen secara lebih merata,” tegas Edi.

Sebelumnya, Bupati Ketapang juga meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak yang terbukti melakukan penyimpangan distribusi maupun penimbunan BBM, terutama BBM bersubsidi.

Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama unsur kepolisian, kejaksaan, TNI, Pertamina, dan pihak terkait turut melakukan koordinasi untuk memantau penyaluran BBM dari Jobber ke SPBU, memastikan distribusi Pertalite sesuai kuota, serta mengevaluasi langkah penanganan kelangkaan Pertamax.

Curated For You

Editorial Team

Related Article