Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Basarnas Hentikan Operasi Penyelaman KM Virgo, Ini Alasannya
Proses evakuasi korban di dalam badan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Rabu (30/9/2026). Foto SAR Banjarmasin
  • Basarnas menghentikan penyelaman pencarian korban KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapal yang berubah, sehingga operasi dinilai tidak efektif serta berisiko bagi penyelam.
  • Tim penyelam telah mengerahkan kemampuan maksimal, tetapi tidak menemukan korban dalam tiga hari terakhir. Sejumlah bagian kapal belum terjangkau karena badan kapal makin labil.
  • Dari 243 penumpang dalam manifes, 188 orang ditemukan—108 selamat dan 80 meninggal—sedangkan 55 masih dicari melalui penyisiran perairan Kalsel, Kalteng, dan Kalbar sambil menunggu salvage.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banjarmasin, DIN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghentikan operasi penyelaman dalam pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-21, Sabtu (3/10/2026). Keputusan ini diambil setelah evaluasi menunjukkan kondisi jasad korban dan struktur kapal yang semakin tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman secara efektif dan aman.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, kondisi korban yang sebelumnya masih memungkinkan untuk terapung setelah dievakuasi dari dalam kapal kini telah mengalami perubahan. Kondisi tersebut membuat proses pengangkatan korban dari badan kapal menjadi lebih sulit.

"Pada beberapa hari pertama, kondisi korban yang dievakuasi dari dalam kapal yang tenggelam masih memungkinkan untuk terapung. Namun, sekarang korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari dalam kapal," kata Syafii dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-21 dilaporkan Antara di Banjarmasin, Sabtu malam.

1. Struktur kapal mengalami perubahan

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kedua kiri) didampingi Wakil Menteri Perhubungan Suntana (kiri) dan Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo (kanan) memberikan keterangan update penanganan kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Posko Nasional Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/rwa.

Ia menjelaskan, perubahan kondisi tersebut terjadi seiring dengan struktur kapal yang terus mengalami perubahan sejak hari pertama operasi SAR. Dengan kondisi saat ini, operasi penyelaman dinilai tidak lagi efektif untuk dilanjutkan.

Selain itu, Syafii menyebutkan bahwa tim penyelam telah mengerahkan kemampuan maksimal untuk mencari korban di dalam badan kapal. Namun, dalam tiga hari terakhir, tim tidak lagi menemukan korban.

Sejumlah bagian kapal, termasuk lambung kiri, juga belum dapat dijangkau penyelam. Kondisi badan kapal yang semakin labil berisiko membahayakan keselamatan personel yang melakukan penyelaman.

2. Operasi salvage ditunggu

KM Virgo Transport 8 karam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Kamis (17/9/2026). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/kye

Syafii berharap pemilik kapal segera melaksanakan operasi salvage atau pengangkatan badan kapal dari dasar laut. Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan keberadaan korban yang masih tertinggal di dalam kapal sekaligus mempermudah proses evakuasi setelah kapal berhasil diangkat.

Meski menghentikan operasi penyelaman, Basarnas tetap melanjutkan operasi SAR dengan memfokuskan pencarian di wilayah perairan yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban akibat terbawa arus laut. Pencarian akan dilakukan di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Barat (Kalbar).

3. Update pencarian korban KM Virgo

Tim SAR mengevakuasi tiga korban meninggal dunia KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Jumat (18/9/2026) malam. Foto SAR

Hingga Sabtu (3/10/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat sebanyak 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 55 orang lainnya masih dalam pencarian. Operasi SAR akan terus dilanjutkan melalui penyisiran di wilayah perairan yang dinilai berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article