Pontianak, IDN Times - Kasus diare akut mulai menunjukkan tren peningkatan di Kalimantan Barat (Kalbar) di tengah kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih.
Kondisi ini menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang banyak mengalami gangguan pencernaan tersebut.
Di RSUD dr Soedarso Pontianak, tercatat ada sekitar 138 kasus diare akut selama enam pekan pemantauan, mulai minggu ke-32 pada 9 Agustus hingga minggu ke-37. Kasus mulai menunjukkan kecenderungan meningkat pada minggu ke-36 hingga minggu ke-37.
Direktur RSUD dr Soedarso, drg Hary Agung Tjahyadi, mengatakan peningkatan kasus diare perlu diwaspadai seiring terganggunya pasokan air bersih akibat kemarau panjang.
“Ini harus menjadi kewaspadaan kasus diare akut. Karena asap dan kemarau panjang memicu kelangkaan pasokan air bersih pada masyarakat, dan air yang terkontaminasi bisa berujung pada lonjakan kasus diare akut,” ujarnya, Sabtu (26/9/2026).
