Ditemukan Lemas dan Kurang Gizi, Orang Utan di Kukar Direhabilitasi

- BKSDA Kalimantan Timur mengevakuasi orang utan yang viral dari Desa Menamang Kanan, Kutai Kartanegara, lalu membawanya ke PRS Long Sam di Berau.
- Orang utan itu menjalani rehabilitasi karena malnutrisi dan dehidrasi berat; tubuhnya sangat kurus, body score 1 dari 5, serta awalnya hanya mau minum.
- Kemarau panjang diduga memengaruhi ketersediaan air dan pakan satwa liar. Di PRS Long Sam, orang utan dipulihkan dengan nutrisi sebelum dilepasliarkan.
Kukar, IDN Times - Individu orang utan yang sempat viral setelah direkam operator excavator dari dalam kabin akhirnya berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama mitranya.
Orang utan tersebut ditemukan pada 14 September 2026 di Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Setelah dievakuasi, satwa tersebut dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam yang dikelola Conservation Action Network (CAN) di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau.
1. Orang utan harus jalani rehabilitasi

Orang utan yang ditemukan dalam kondisi kurang gizi di Kutai Kartangara. Foto BKSDA Kaltim Berbeda dengan orang utan lain yang langsung dilepasliarkan, satwa ini harus menjalani rehabilitasi karena mengalami malnutrisi dan dehidrasi berat.
Founder CAN Paulinus Kristanto mengatakan, kondisi orang utan saat tiba di PRS Long Sam sangat lemah. Satwa tersebut hanya mampu berjalan beberapa meter dan awalnya tidak mau makan.
"Orang utan ini sangat dehidrasi. Saat ditemukan sangat lemas dan tidak mau makan, hanya minum. Baru pada hari keempat di PRS Long Sam mau makan," ujar Paulinus dalam keterangan tertulis.
2 Kondisi lemah orang utan

Orang utan yang ditemukan dalam kondisi kurang gizi di Kutai Kartangara. Foto BKSDA Kaltim Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi tubuh orang utan sangat kurus dengan body score 1 dari 5. Tulang rusuknya juga terlihat jelas, yang mengindikasikan kekurangan nutrisi dalam kondisi cukup parah.
Kepala BKSDA Kaltim M. Ari Wibawanto mengatakan, satwa tersebut sempat mendapat perawatan selama 24 jam sebelum dibawa ke pusat rehabilitasi.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan, kondisinya malnutrisi dan dehidrasi berat. Karena itu, kita lakukan upaya perawatan sebelum dibawa ke tempat rehabilitasi," kata Ari.
3. Kemarau panjang yang mengancam sumber air satwa

Orang utan yang ditemukan dalam kondisi kurang gizi di Kutai Kartangara. Foto BKSDA Kaltim Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan sumber air dan pakan bagi satwa liar.
Saat ini, orang utan tersebut masih menjalani proses pemulihan di PRS Long Sam. Pemberian nutrisi menjadi bagian penting untuk mengembalikan kondisi fisiknya sebelum nantinya dilepasliarkan kembali ke alam.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















