Genjot IPM dan Jalan Strategis, Ria Norsan Tancap Gas Bangun Kalbar di 2026

Pontianak, IDN Times - Mengawali tahun 2026, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah. Dalam apel perdana awal tahun, Norsan menyampaikan fokus utama pemerintah provinsi adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta indikator pendukung lainnya.
Menurut Norsan, peningkatan IPM menjadi prioritas pembangunan daerah yang akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tim Penggerak PKK hingga masyarakat di wilayah pedesaan.
“Yang pertama, kita tetap fokus pada IPM dengan meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, serta indikator-indikator pendukung lainnya agar IPM Kalbar bisa naik. Ini kita kerjakan bersama, PKK kita libatkan hingga ke masyarakat pedesaan,” ujar Norsan, Senin (6/1/2026).
1. Bakal tingkatkan IPM

Ia menargetkan, pada 2030 IPM Kalimantan Barat tidak lagi tertinggal dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Bahkan, Norsan optimistis Kalbar mampu menempati peringkat dua tertinggi se-Kalimantan.
“Saya berharap di akhir masa jabatan saya tahun 2030, IPM Kalbar tidak lagi berada di posisi belakang dari lima provinsi di Kalimantan. Target kita nomor dua setelah Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Norsan juga menyoroti pelaksanaan sejumlah program strategis nasional pada 2026, terutama di sektor infrastruktur. Fokus utama diarahkan pada pembangunan dan peningkatan ruas jalan guna memperkuat konektivitas antarwilayah.
2. Bakal rampungkan 6 ruas jalan di Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalbar menargetkan penyelesaian enam ruas jalan strategis, di antaranya ruas Pesaguan–Kendawangan dan Sukadana–Teluk Batang. Untuk ruas Sukadana–Teluk Batang, Norsan memastikan pengerjaan ditargetkan rampung sebelum Agustus 2026 guna mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
“Untuk jalan Sukadana–Teluk Batang, kita upayakan tahun 2026 ini sudah selesai sebelum Agustus,” tegasnya.
3. Sejumlah jembatan rampung diperbaiki

Sementara itu, ruas jalan Ketapang–Sukadana disebut telah rampung sepenuhnya. Pemerintah juga kembali membuka akses jalan dari Prawas menuju Kayung Utara. Jika seluruh jalur berfungsi optimal, waktu tempuh menuju Kayung Utara diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar enam jam.
“Jembatan-jembatan yang sebelumnya rusak juga sudah kita perbaiki, sehingga akses kembali bisa dilalui,” tutup Norsan.

















