Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Merasa Pertemanan Sudah Tak Sehat? Ini 5 Cara untuk Menjauh Perlahan
ilustrasi konflik dengan teman, bertengkar (pexels.com/Liza Summer)
  • Pertemanan dapat berakhir karena perbedaan prinsip, hilangnya kepercayaan, perubahan arah hidup, atau karena hubungan sudah tidak sehat dan tidak memberi dampak positif.
  • Menjaga jarak bisa dilakukan dengan mengurangi komunikasi, menetapkan batasan, menolak ajakan secara sopan, serta berhenti menjadi satu-satunya pihak yang membangun kedekatan.
  • Jika perlu, keputusan mengakhiri pertemanan dapat disampaikan secara jujur dan tenang tanpa menyalahkan, merendahkan, menyebarkan keburukan, atau sengaja menyakiti pihak lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidak semua hubungan pertemanan bisa bertahan selamanya. Ada yang berakhir karena perbedaan prinsip, hilangnya kepercayaan, atau jalan hidup yang sudah tidak lagi searah.

Sebagian pertemanan merenggang secara alami, misalnya karena pindah kerja, berbeda lingkungan, atau jarang bertemu. Namun, ada pula hubungan yang memang perlu diakhiri karena sudah tidak sehat atau tidak lagi memberikan dampak positif.

Jika kamu berada dalam situasi tersebut, mengakhiri pertemanan tidak harus selalu berujung konflik. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga jarak dengan baik tanpa memperkeruh keadaan. Berikut lima di antaranya.

1. Mengurangi interaksi secara perlahan

ilustrasi menghindar (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Kedekatan dalam pertemanan biasanya terjalin karena sering berinteraksi. Jadi, cara paling halus untuk menjauh adalah dengan mengurangi frekuensi komunikasi secara perlahan. Jika biasanya kalian ngobrol setiap hari, mulai kurangi jadi seminggu sekali, lalu sebulan sekali, sampai akhirnya tidak ada lagi percakapan.

Tanpa harus mengucapkan perpisahan secara eksplisit, hubungan ini akan melebur dengan sendirinya. Lama-kelamaan, rasa canggung akan menggantikan kedekatan yang pernah ada.

2. Jujur dan berani bicara

Ilustrasi mencoba menghindar (pexels.com/Vitaly Gariev)

Jika merasa hubungan pertemanan sudah tidak bisa dilanjutkan, berbicara secara terbuka bisa menjadi pilihan yang lebih jelas. Sampaikan alasanmu dengan tenang, misalnya karena batasan pribadi yang kerap dilanggar atau hubungan yang sudah tidak terasa sehat.

Kejujuran mungkin membuat temanmu merasa kecewa. Namun, komunikasi yang baik dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan membuat kedua belah pihak memahami situasi yang sebenarnya.

Kamu tidak perlu menyalahkan atau merendahkan dirinya. Cukup jelaskan perasaan dan keputusanmu dengan tetap menghargai perasaannya.

3. Tetapkan batas pertemanan

ilustrasi pasangan sedang berjarak emosional dan sikap saling menghindar dalam hubungan. (pexels.com/Timur Weber)

Ketika hubungan mulai terasa tidak nyaman, penting untuk menetapkan batasan yang jelas. Kamu bisa membatasi topik pembicaraan tertentu, menolak membahas masalah pribadi, atau mengurangi keterlibatan dalam urusan yang membuatmu tertekan.

Batasan ini bukan bertujuan untuk menghukum teman, melainkan menjaga kenyamanan diri sendiri. Jika disampaikan dengan baik dan diterapkan secara konsisten, batasan dapat membantu mengurangi ketegangan dalam hubungan.

4. Selalu menolak ajakan bertemu

Ilustrasi menghindar (www.pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kamu tidak harus selalu menerima ajakan bertemu jika sudah merasa tidak nyaman dengan hubungan tersebut. Jika teman mengajak makan siang atau berkumpul, kamu bisa menolak dengan sopan tanpa perlu memberikan penjelasan yang berlebihan.

Namun, hindari terus-menerus menggunakan alasan palsu atau sengaja mengabaikan pesan dan telepon. Sikap seperti itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Jika memang ingin menjaga jarak dalam jangka panjang, lebih baik tunjukkan batasan secara konsisten daripada membuat temanmu terus menebak-nebak alasan di balik perubahan sikapmu.

5. Berhenti berusaha mencari kedekatan

ilustrasi menghindar (pexels.com/ Vera Arsic)

Pertemanan yang sehat membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Jika hubungan terus terasa berat sebelah, penuh konflik, atau membuatmu tidak nyaman, kamu tidak harus memaksakan kedekatan tersebut.

Kamu bisa berhenti menjadi satu-satunya pihak yang selalu menginisiasi percakapan atau mengatur pertemuan. Berikan ruang bagi dirimu untuk menjalani aktivitas lain dan membangun hubungan yang lebih positif.

Seiring waktu, kamu mungkin menyadari bahwa hubungan tersebut memang sudah tidak lagi sejalan. Jika itu terjadi, tidak perlu merasa bersalah karena memilih untuk memprioritaskan kenyamanan diri sendiri.

Tidak semua pertemanan harus bertahan seumur hidup. Ada orang yang hadir untuk waktu yang lama, tetapi ada pula yang hanya menemani kita pada fase tertentu dalam kehidupan.

Jika suatu hubungan sudah tidak sehat atau terasa dipaksakan, mengakhirinya merupakan pilihan yang wajar. Meski begitu, cara menyikapinya tetap penting agar tidak menimbulkan luka atau konflik yang sebenarnya bisa dihindari.

Kamu tetap bisa menjaga jarak tanpa merendahkan, menyebarkan keburukan, atau sengaja menyakiti orang lain. Pada akhirnya, pertemanan yang berakhir tidak selalu berarti kegagalan. Terkadang, melepaskan hubungan yang tidak lagi sejalan justru menjadi langkah untuk menjalani hidup dengan lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article