Ilustrasi perundungan (Sumber: Freepik.com
Anak yang mengalami bullying bisa kehilangan kepercayaan diri dan merasa takut menjalin pertemanan baru. Mereka mungkin mulai menghindari teman sebaya, lebih sering menyendiri, atau enggan mengikuti kegiatan sosial yang sebelumnya disukai.
Juliana LaBianca, seorang editor dan ahli strategi SEO, menyebutkan bahwa korban bullying dapat menarik diri dari lingkungan pertemanan dan mengalami kesulitan bergaul.
Jika anak menunjukkan perubahan tersebut, orang tua perlu menciptakan suasana yang aman agar mereka merasa nyaman untuk bercerita tanpa takut dihakimi.
Bullying dapat memengaruhi kondisi emosional, kesehatan, dan proses belajar anak. Karena itu, orang tua perlu menanggapi perubahan perilaku secara serius tanpa terburu-buru menyimpulkan bahwa anak mengalami perundungan.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Ajak anak berbicara. Dengarkan ceritanya dengan tenang dan hindari menyalahkan atau menghakimi.
Tunjukkan dukungan. Yakinkan anak bahwa mereka tidak bersalah karena menjadi korban perundungan.
Hubungi pihak sekolah. Jika ada dugaan bullying, diskusikan situasi tersebut dengan guru atau pihak sekolah untuk mencari penyelesaian.
Cari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi anak kepada psikolog jika tekanan emosional berlangsung atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengenali tanda-tanda bullying sejak dini dapat membantu orang tua mengambil langkah yang tepat. Yang terpenting, bangun komunikasi terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita dan tidak menghadapi masalahnya sendirian.