Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pontianak Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Api Kalbar Masih Mengancam
Plt BPBD Kalbar, Ridwan menunjukkan angka titik api di Kalbar. (IDN Times/Teri).
  • Kabut asap kembali menyelimuti Pontianak saat arah angin bergerak menuju Kalimantan Barat, menurut pemantauan BPBD Kalbar.
  • Titik api masih terdeteksi di Kayong Utara dan Ketapang, meski skalanya tidak besar, dengan potensi asap terdorong ke Pontianak dan kabupaten lain.
  • BPBD mencatat 24 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalbar serta terus memantau kebakaran dan arah angin, tanpa memastikan sumber seluruh asap secara spesifik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak. Asap yang terbawa angin ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar masih belum sepenuhnya reda.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebut kondisi angin turut memengaruhi munculnya asap di Pontianak. Berdasarkan pemantauan, angin saat ini bergerak menuju wilayah Kalbar, termasuk Kota Pontianak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalbar, Ridwan, mengatakan pihaknya terus memantau pergerakan angin melalui sejumlah aplikasi untuk mengetahui potensi pergerakan asap.

“Kalau berdasarkan data yang kami terima, kami menggunakan beberapa aplikasi. Dari aplikasi-aplikasi yang kami gunakan, pertama memang arah anginnya masih berada menuju Kalbar atau tepatnya di wilayah Kota Pontianak,” ujar Ridwan, Senin (5/10/2026).

1. Titik api masih ada di Kayong Utara dan Ketapang

Plt BPBD Kalbar, Ridwan. (IDN Times/Teri).

Di saat yang sama, titik api masih ditemukan di sejumlah wilayah Kalbar. Dua daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Kayong dan Ketapang.

Meski skala kebakaran tidak besar, keberadaan titik api tersebut tetap berpotensi menimbulkan asap. Kondisi ini semakin menjadi perhatian ketika arah angin bergerak menuju Pontianak dan sejumlah wilayah lainnya.

“Kalau sumber memang wilayah Kalbar sendiri masih ada yang terbakar, walaupun tidak besar. Itu berada di wilayah Ketapang yang memang arah anginnya juga mengarah ke kita, ke Kota Pontianak ini dan beberapa kabupaten lainnya,” kata Ridwan.

2. Kabut asap kembali datang, dibawa angin dari daerah lain

Plt BPBD Kalbar, Ridwan menunjukkan asap yang terbawa angin. (IDN Times/Teri).

Kondisi tersebut membuat kabut asap yang dirasakan masyarakat Pontianak diduga tidak hanya berkaitan dengan kebakaran yang terjadi di sekitar kota, tetapi juga asap yang terbawa angin dari wilayah lain.

Namun, BPBD Kalbar mengingatkan bahwa pergerakan angin belum cukup untuk memastikan secara spesifik dari mana seluruh asap yang menyelimuti Pontianak berasal.

Ridwan menegaskan, pihaknya tidak ingin gegabah menunjuk daerah tertentu sebagai sumber kabut asap hanya berdasarkan arah angin.

“Kami tidak menyebutkan secara spesifik arah angin itu dari daerah lain. Kami hanya mengatakan bahwa daerah kita juga masih adanya terbakar, walaupun tidak besar. Daerah-daerah lain juga mengalami terbakar,” tegasnya.

3. Titik panas di Kalbar sisa 24

Command Center BPBD Kalbar. (IDN Times/Teri).

Ridwan menerangkan, hingga saat ini titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi sisa 24 titik di Kalbar. Selain Kayong dan Ketapang, kebakaran juga masih terjadi di sejumlah provinsi lain di Pulau Kalimantan, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Karena itu, kabut asap yang kembali muncul di Pontianak menjadi persoalan yang cukup kompleks. Di satu sisi, masih terdapat titik api di sejumlah wilayah Kalbar. Di sisi lain, kondisi angin memungkinkan asap dari wilayah terdampak bergerak menuju daerah lain dan bertahan di atmosfer.

“Tidak bisa kalau kami menyimpulkan bahwa ini arah angin, berarti kami bisa mengatakan secara pasti angin ini memang terbakar,” jelas Ridwan.

BPBD Kalbar pun terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api dan arah angin. Kondisi di lapangan menjadi perhatian agar keberadaan titik api yang masih tersisa tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan kembali memperburuk kualitas udara di Pontianak.

Curated For You

Editorial Team

Related Article